Menteri PU: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Berjalan Relatif Lancar

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 25 Maret 2026 | 16:07 WIB
Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo. (SinPo.id/ Dok. KemenPU)
Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo. (SinPo.id/ Dok. KemenPU)

SinPo.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 secara umum  berjalan relatif lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pemantauan dan evaluasi berkelanjutan tetap dilakukan hingga periode arus balik berakhir.

"Lebaran tahun ini menurut saya lebih baik dari tahun lalu, tapi kita masih tetap terus memantau hingga arus balik selesai. Mudah-mudahan tetap lancar seperti arus mudik kemarin," kata Dody dalam Halalbihalal hari pertama masuk kerja di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026. 

Menurut Dody, kelancaran arus mudik dan balik tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta dukungan kebijakan pemerintah seperti Work From Anywhere (WFA) yang membantu mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat.

"Kami tetap siaga memantau. Mudah-mudahan cuaca mendukung dan masyarakat yang mudik berkenan mengikuti imbauan pemerintah agar tidak kembali ke Jakarta secara bersamaan, sehingga kendaraan di jalan tol maupun non tol tidak terlalu padat," ujarnya. 

Dalam mendukung kelancaran tersebut, Kementerian PU memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional melalui pengaktifan petugas Penilik Jalan, penanganan cepat terhadap kerusakan ringan, serta penyediaan posko mudik untuk menunjang kenyamanan pengguna jalan.

"Kita sudah mengaktifkan lagi Penilik Jalan, sehingga jika ada jalan yang rusak sedikit para penilik segera menginfokan kepada PPK dan dilakukan penanganan cepat. Ditambah juga dengan adanya posko, sehingga pemudik bisa beristirahat dan melanjutkan perjalanan dalam kondisi fit," tuturnya. 

Meskipun secara umum kondisi lalu lintas terkendali, Dody mengakui masih terdapat beberapa titik yang menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan, salah satunya di kawasan Gilimanuk.

"Ada yang menjadi perhatian seperti di Gilimanuk. Ke depan kami akan berdiskusi dengan Menteri Perhubungan apakah diperlukan penambahan dermaga atau langkah lainnya," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI