Puncak Arus Balik Nagreg Terjadi H+3 dengan 149.030 Kendaraan Melintas

Laporan: Firdausi
Rabu, 25 Maret 2026 | 13:51 WIB
Kepadatan arus balik pemudik pada periode puncak H+3 Lebaran di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung. (SinPo.id/
Kepadatan arus balik pemudik pada periode puncak H+3 Lebaran di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung. (SinPo.id/

SinPo.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat menyebut puncak arus balik Lebaran 2026 di jalur Nagreg telah terjadi pada H+3 dengan jumlah kendaraan melintas menuju Bandung mencapai 149.030 unit.

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, mengatakan angka tersebut menjadi yang tertinggi selama periode arus balik tahun ini dan diperkirakan tidak akan terlampaui pada hari berikutnya.

“Kalau dilihat dari data kemarin, sudah menjadi puncak arus balik dengan 149.030 kendaraan melintas. Walaupun ada puncak kedua, jumlahnya tidak akan melampaui jumlah kemarin,” ujarnya di Bandung, Rabu.

Dia menjelaskan bahwa total kendaraan yang melintasi Nagreg menuju arah Bandung dari H+1 hingga H+4 siang ini mencapai 447.046 kendaraan atau meningkat dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya dengan angka 352.899 unit.

Ia menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan saat puncak arus balik didominasi pergerakan pada malam hari, khususnya pukul 18.00 hingga 22.00 WIB dengan volume kendaraan dapat mencapai sekitar 10.000 unit per jam.

“Memang terjadi peningkatan signifikan pada malam hari, terutama selepas Magrib hingga menjelang larut malam, dengan rata-rata kendaraan yang melintas cukup tinggi per jam,” katanya.

Selain itu, arus balik di jalur Nagreg masih didominasi kendaraan roda dua dengan persentase sekitar 57 hingga 60 persen dari total kendaraan yang melintas.

Meski puncak arus balik telah terlewati, volume kendaraan di jalur Nagreg masih terpantau tinggi dengan angka sebanyak 46.323 kendaraan bergerak menuju Bandung pada H+4 pukul 10.00 WIB, sementara 27.199 kendaraan menuju arah Tasikmalaya.

Dishub pun memprediksi akan terjadi gelombang kedua arus balik pada H+6, namun dengan intensitas yang tidak sebesar puncak yang terjadi pada H+2.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI