Menhub Sebut WFA Sukses Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 25 Maret 2026 | 11:13 WIB
Menhub Dudy dan Seskab Teddy. (SinPo.id/dok. Kemenhub)
Menhub Dudy dan Seskab Teddy. (SinPo.id/dok. Kemenhub)

SinPo.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menilai, strategi pemerintah dalam mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026 dengan menerapkan kebijakan flexible working arrangement (FWA), sudah tampak membuahkan hasil. Di sejumlah ruas jalan, tidak terjadi penumpukan kendaraan. 

"Bisa kita lihat dari jalan tol yang tidak terlalu padat, kemudian tadi arusnya masuk perlahan-lahan, itu menunjukkan bahwa situasi ini berjalan sudah lebih baik," kata Dudy bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memantau situasi puncak arus balik Lebaran gelombang I (pertama) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Rabu dini hari, 25 Maret 2026. 

Dia menyampaikan, diperkirakan puncak arus balik angkutan darat tak hanya terjadi pada 24–25 Maret (gelombang I) saja, tetapi juga berpotensi kembali meningkat pada 28–29 Maret (gelombang II). Hal ini seiring dengan adanya pekerja yang memanfaatkan kebijakan FWA sebagaimana imbauan pemerintah.

"Ada masyarakat yang menggunakan FWA sebagaimana yang kita imbau, supaya mereka bisa merencanakan perjalanan dengan baik, sehingga kita juga dapat mendistribusikan pengangkutan Lebaran dengan baik," ujarnya. 

Dudy mengatakan, untuk menjaga kelancaran dan keselamatan arus balik, Kemenhub telah menerapkan sejumlah kebijakan. Di antaranya pemberlakuan one way nasional dan pengaturan di titik-titik tertentu seperti rest area melalui skema buka tutup.

Selain itu, kendaraan berat sumbu tiga juga diimbau untuk tidak beroperasi selama periode arus balik.

Seskab Teddy Indra Wijaya menambahkan, angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar dan sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto, menyusul hasil pemantauan langsung di lapangan.

"Tahun ini harapan kita semua, harapan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), (angkutan Lebaran) berjalan lebih baik. Dan ya alhamdulillah sejauh ini terbukti (berjalan lebih baik)," kata Teddy. 

Teddy menilai, penanganan angkutan Lebaran baik arus mudik dan balik  menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan sebelumnya, dengan kondisi perjalanan yang tetap lancar meski terjadi peningkatan mobilitas masyarakat.

Teddy pun mengapresiasi seluruh petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan mudik 2026. Menurutnya, secara umum pelaksanaan puncak arus mudik 24–25 Maret berjalan lancar.

"Harapan kita semua, harapan pemerintah, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 ini harus lebih baik dari tahun lalu," kata Teddy.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI