Legislator soal Opsi Pembelajaran Daring: Sarana dan Prasarana Pendukung Perlu Disiapkan
SinPo.id - Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat merespona rencana pemerintah untuk menerapakan pembelajaran daring dalam rangka menghemat BBM. Menurutnya, kesiapan sarana dan prasaran pendukung terkait infrastruktur digital perlu dipastikan.
Terlebih rencana penghematan BBM dengan mengubah metode belajar tersebut juga harus benar-benar dipahami oleh para pelaksananya di lapangan, agar berbagai persoalan yang terjadi pada metode pembelajaran daring saat Covid-19 tidak terulang kembali.
"Jangan sampai kesalahan yang sama berulang. Sehingga penting untuk dipersiapkan secara matang," kata Lestari, dalam keterangan persnya, dikutip Rabu, 25 Maret 2026.
Oleh sebab itu, ia menilai opsi pembelajaran daring sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menghemat konsumsi BBM harus dipersiapkan secara matang agar hasil proses belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan.
"Sejumlah langkah teknis yang komprehensif, menyinkronkan kebijakan antarkementerian dan pemerintah daerah harus dilakukan, untuk memastikan tidak ada satu anak pun yang kehilangan hak belajarnya dalam penerapan kebijakan pembelajaran secara daring itu," ungkapnya.
Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, pekan lalu, menyatakan bahwa strategi penghematan BBM akan dilakukan antara lain melalui efisiensi operasional gedung perkantoran dan sekolah.
Adapun untuk efisiensi di sekolah atau sektor pendidikan, pemerintah berencana menerapkan kembali metode pembelajaran secara daring yang pernah diterapkan pada masa pandemi Covid-19.
