Jasa Marga Imbau Pemudik Pastikan Saldo E-Toll Cukup Saat Arus Balik
SinPo.id - PT Jasa Marga (Persero) kembali mengimbau pengguna jalan yang akan memulai perjalanan arus balik ke Jabodetabek untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik (e-toll) dalam perjalanannya.
Imbauan itu sebagai evaluasi dari H-10 - H+1 libur Hari Raya Idulfitri atau periode 11-22 Maret 2026, terdapat 21 ribu kendaraan kekurangan saldo e-toll di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang.
Meski data itu hanya 4,9% dari total 442 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kalikangkung pada periode sama. Namun keharusan melakukan top up e-toll, karena kurang saldo di gerbang tol telah membuat antrean semakin panjang.
“Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol,” kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keteranganya, Selasa, 23 Maret 2026.
Sejalan dengan hal tersebut, kondisi serupa berpotensi kembali terjadi pada arus balik, khususnya di GT Cikampek Utama. Oleh karena itu, diimbau sebelum memulai perjalanan untuk memastikan kecukupan saldo e-toll demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Siapkan saldo e-toll cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta,” tutur dia.
Sekedar informasi, untuk perjalanan dari Semarang ke Jakarta, pengguna jalan kendaraan Golongan I diimbau menyiapkan saldo e-toll minimal sebesar Rp500.000. Sementara, bagi pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta, disarankan menyiapkan saldo minimal sebesar Rp1.000.000.
Jika proses top up di gerbang tol terjadi pada ribuan kendaraan yang melintas di GT Cikampek Utama tentu akan merugikan pengguna jalan, karena waktu perjalanan terbuang hanya untuk menunggu proses top up.
“Untuk itu, Jasa Marga kembali meminta kerja sama dari pengguna jalan agar secara berkala mengecek kecukupan saldo e-toll untuk kelancaran perjalanan arus balik,” tutur dia.
Selain itu, perlu diingat kembali bagi pengguna jalan, khususnya yang melakukan perjalanan di Jalan Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup (tarif berdasarkan jarak), bahwa kartu e-toll yang digunakan saat tap in wajib sama dengan yang digunakan saat tap out.
“Kemudahan transaksi, pengguna jalan dapat melakukan pengisian saldo e-toll melalui berbagai kanal, antara lain Aplikasi Travoy, layanan mobile banking sesuai bank penerbit, gerai ritel/minimarket, maupun fasilitas top up di rest area,” tukas dia.
Sekedar informasi untuk saat ini rekayasa lalu lintas telah diterapkan One Way Nasional untuk puncak arus balik gelombang pertama dari Kilometer 414 Tol Kalikangkung sampai Kilometer 70 Cikampek Utama.
Nantinya setelah melalui ruas jalan one way nasional, pemudik akan melanjutkan jalan contraflow satu lajur dari KM 70 sampai dengan KM 47 arah Jakarta di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek yang sudah diterapkan sebelumnya.
