Lalu: Penghematan Energi Tak Boleh Korbankan Kualitas Pendidikan
SinPo.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyambut baik wacana pemerintah yang ingin menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar secara daring demi penghematan energi.
Namun, dia meminta agar kebijakan tersebut dikaji secara komprehensif. Lalu tak ingin kegiatan belajar mengajar secara daring justru menurunkan kualitas pendidikan di Tanah Air.
"Kami tetap menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh dikorbankan oleh kebijakan tersebut. Pemerintah perlu melakukan kajian komprehensif terkait dampak PJJ terhadap capaian belajar, kesenjangan akses, serta kondisi psikososial peserta didik," kata Lalu dalam keterangannya, Jakarta, Senin, 23 Maret 2026.
Di samping dari itu, Legislator dari Fraksi PKB ini meyinggung beberapa faktor yang memungkinkan PJJ tak berjalan efektif. Salah satunya, masih adanya ketimpangan infrastruktur digital di berbagai daerah di Tanah Air.
"Kami juga menyoroti masih adanya ketimpangan infrastruktur digital di berbagai daerah yang berpotensi memperlebar kesenjangan pendidikan," ucapnya.
Oleh karena itu, Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) itu meminta kebijakan PJJ sebaiknya diterapkan secara efektif. Pembelajaran secara daring sebaiknya tidak dilakukan secara nasional melainkan memperhatikan kesiapan masing-masing daerah.
"Kebijakan PJJ sebaiknya diterapkan secara selektif, bukan secara nasional, dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing daerah," katanya.
Selain itu, Lalu mendorong agar pemerintah harus memastikan adanya dukungan yang memadai jika memang ingin menerapkan PJJ. Misalnya, kesiapan akses internet, subsidi kuota, perangkat pembelajaran, dan pelatihan bagi guru.
Tak hanya itu, Wakil Rakyat asal Dapil NTB II ini menekankan pentingnya evaluasi berkala agar kebijakan ini dapat ditinjau ulang atau dihentikan apabila terbukti berdampak negatif terhadap mutu pendidikan.
"Dengan demikian, penghematan energi tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran," tegasnya.
