Kontak Tembak di Nabire, TNI Sita Senjata Milik OPM

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB
Senjata yang disita dari lokasi persembunyian anggota OPM (SinPo.id/ Puspen TNI)
Senjata yang disita dari lokasi persembunyian anggota OPM (SinPo.id/ Puspen TNI)

SinPo.id - Tim Patroli Keamanan Komando Operasi (Koops) TNI Papua memukul mundur kelompok bersenjata TPNPB-OPM dalam kontak tembak yang terjadi di Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu, 21 Maret 2026. Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya TNI menjaga stabilitas keamanan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Papua Tengah.

Operasi patroli bermula dari ditemukannya aktivitas mencurigakan di lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata. Saat dilakukan penyisiran, terjadi kontak tembak yang menyebabkan kelompok TPNPB-OPM melarikan diri ke arah hutan.

"TNI berhasil mengendalikan situasi di lapangan tanpa menimbulkan eskalasi lebih lanjut," kata Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, dalam keterangannya, Minggu, 23 Maret 2026.

Dalam pengamanan lokasi, kata Wirya, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk pistol jenis P1, satu senapan angin, 14 butir munisi kaliber 5,56 milimeter, delapan butir munisi kaliber 9 milimeter, bendera bintang kejora, uang tunai, serta perlengkapan lainnya yang diduga milik kelompok tersebut. 

"Barang bukti ini selanjutnya diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Lebih jauh Wirya menyampaikan apresiasi atas kinerja prajurit di lapangan yang dinilai profesional dan sigap dalam menghadapi situasi. 

“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman, dengan tindakan yang terukur dan sesuai dengan prosedur,” tegasnya.

TNI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan intensitas patroli keamanan serta memperkuat langkah-langkah preventif di wilayah rawan gangguan. "Upaya ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif dan menjamin keamanan masyarakat, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Papua Tengah," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI