Legislator PDIP Sebut Timwas Intelijen DPR Bisa Dalami Kasus Penyerangan Aktivis

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 23 Maret 2026 | 10:15 WIB
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. (SinPo.id/ Humas MK)
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. (SinPo.id/ Humas MK)

SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyebut Legislatif memiliki Tim Pengawas (Timwas) Intelijen yang bisa mendalami kasus penyiraman air keras terhadap aktivis yang juga Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Apalagi, kuat dugaan poenyerangan itu melibatkan aparat intelijen.

"Karena pelakunya diduga berasal dari unsur BAIS, yang merupakan bagian dari aparat intelijen, maka penanganannya tidak bisa dianggap sebagai kasus biasa. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi negara," kata TB Hasanuddin di Jakarta, Senin, 23 Maret 2026.

Dia menjelaskan tim tersebut dibentuk oleh Komisi I DPR RI yang terdiri dari pengawas tetap perwakilan setiap fraksi partai politik dan pimpinan komisi.

Tim itu, kata TB Hasanuddin, sudah disahkan dan disumpah dalam Rapat Paripurna DPR RI serta memiliki kewajiban menjaga rahasia intelijen sesuai ketentuan perundang-undangan.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini menyatakan pembentukan tim itu sesuai dengan Pasal 43 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, yang menyebut bahwa terdapat mekanisme pengawasan yang jelas terhadap penyelenggaraan intelijen, baik secara internal maupun eksternal.

Dia menjelaskan pengawasan internal dilakukan oleh pimpinan masing-masing lembaga intelijen. Sedangkan pengawasan eksternal dilakukan oleh komisi di DPR RI yang secara khusus menangani bidang intelijen, dalam hal ini Komisi I DPR RI.

"Dengan dasar itu, Komisi I DPR RI memiliki kewenangan untuk memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah dan institusi TNI, guna meminta penjelasan serta mendorong dilakukannya penyelidikan secara menyeluruh terhadap kasus ini," kata dia.

Dia menegaskan bahwa kasus ini harus ditangani secara transparan, profesional, dan akuntabel. Penegakan hukum harus dilaksanakan dengan tegas dan tidak pandang bulu terhadap siapapun yang terbukti terlibat, demi menjaga integritas institusi serta memastikan keadilan bagi korban.

"Negara harus hadir memberikan kepastian hukum. Siapapun pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku," kata dia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI