Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Klaim Beri 'Pukulan Telak' ke AS dan Israel dalam Pesan Nowruz

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:38 WIB
Ilustrasi (Wawan Wiguna/SinPo.id)
Ilustrasi (Wawan Wiguna/SinPo.id)

SinPo.id -  Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa negaranya berhasil mengalahkan musuh-musuh Republik Islam dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan tertulis untuk perayaan Tahun Baru Persia, Nowruz, yang dipublikasikan melalui kanal resmi pemerintah dan media Iran, Jumat waktu setempat.

Dalam pesannya, Khamenei menegaskan bahwa persatuan rakyat Iran menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan eksternal. Ia mengklaim Iran telah memberikan “pukulan yang memusingkan” kepada pihak lawan.

“Saat ini, berkat persatuan yang tercipta di antara kalian, musuh telah dikalahkan,” tulis Khamenei.

Mojtaba Khamenei diketahui baru menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran setelah menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara pada 28 Februari lalu di awal konflik.

Meski telah hampir dua pekan menjabat, Khamenei belum menyampaikan pidato secara langsung melalui video maupun audio. Media pemerintah Iran menyebut ia kemungkinan mengalami luka akibat serangan yang menewaskan ayahnya.

Dalam pesannya, Khamenei juga menyebut konflik saat ini sebagai perang ketiga yang dihadapi Iran dalam 12 bulan terakhir, setelah konflik 12 hari dengan Israel pada Juni 2025 serta gelombang protes dalam negeri awal tahun ini yang dituding didalangi pihak asing.

Ia menuduh Israel dan Amerika Serikat memiliki ilusi bahwa dengan membunuh para pemimpin Iran, mereka dapat menimbulkan ketakutan dan melemahkan negara tersebut.

Sebaliknya, Khamenei menegaskan bahwa langkah tersebut justru memperkuat persatuan nasional. Ia juga menuding Israel menggunakan taktik “false flag” untuk memicu konflik dengan negara-negara tetangga, termasuk serangan yang terjadi di Oman dan Turki.

Khamenei menegaskan Iran tidak terlibat dalam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk memecah belah kawasan.

Ia pun memperingatkan kemungkinan terjadinya skenario serupa di negara lain, seraya menegaskan bahwa Iran dan sekutunya akan tetap kuat menghadapi tekanan geopolitik.

Menutup pesannya, Khamenei menyatakan optimisme bahwa persatuan rakyat Iran akan semakin kokoh, sementara kekuatan musuh akan melemah dalam waktu mendatang.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI