Jet Tempur F-35 AS Mendarat Darurat Usai Diduga Ditembak Iran, Trump Klaim Kekuatan Teheran Lumpuh
SinPo.id - Sebuah jet tempur siluman Amerika Serikat, F-35 Lightning II, dilaporkan melakukan pendaratan darurat di pangkalan militer AS di Timur Tengah setelah diduga terkena tembakan dari Iran, Kamis (waktu setempat).
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh United States Central Command (CENTCOM), yang menyebut pesawat tengah menjalankan misi tempur di wilayah udara Iran sebelum insiden terjadi.
Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, menyatakan pesawat berhasil mendarat dengan aman dan pilot dalam kondisi stabil.
“Kami mengetahui laporan bahwa pesawat F-35 AS melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara regional setelah menjalankan misi tempur di atas Iran. Pesawat mendarat dengan selamat dan pilot dalam kondisi stabil. Insiden ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Pertama Kali Sejak Konflik Dimulai
Jika terbukti benar terkena serangan Iran, insiden ini akan menjadi kasus pertama jet tempur AS yang terkena tembakan langsung sejak konflik memanas.
Sebelumnya, beberapa insiden pendaratan darurat dan kecelakaan pesawat militer AS dilaporkan tidak terkait dengan serangan Iran.
Trump: Iran Sudah Dihancurkan
Di tengah insiden tersebut, Presiden AS Donald Trump tetap menyatakan bahwa kekuatan militer Iran telah dilemahkan secara signifikan.
Berbicara di Gedung Putih, Trump menegaskan dominasi militer AS di kawasan.
“Angkatan laut mereka sudah habis, angkatan udara mereka sudah habis, sistem pertahanan udara mereka juga sudah habis. Kami bisa terbang ke mana saja yang kami inginkan, tidak ada yang menembaki kami,” katanya.
Trump juga menyebut Iran saat ini “hampir hancur” dan menyatakan fokus berikutnya adalah menjaga stabilitas di Selat Hormuz.
Pentagon Klaim Serangan Besar
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan militer AS terus menggempur fasilitas pertahanan Iran.
“Kami memburu dan menyerang dari udara dengan kekuatan penuh. Pertahanan udara Iran dilumpuhkan. Basis industri pertahanan mereka, termasuk pabrik dan jalur produksi rudal serta drone, sedang dihancurkan secara besar-besaran,” ujarnya.
Hegseth juga mengungkapkan bahwa AS tengah melancarkan paket serangan terbesar terhadap Iran sejak konflik dimulai.
Situasi Makin Memanas
Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama karena bertolak belakang dengan klaim AS bahwa sistem pertahanan Iran telah lumpuh.
Jika terbukti Iran mampu mengenai jet tempur canggih seperti F-35, hal ini dapat mengubah dinamika konflik dan meningkatkan risiko eskalasi yang lebih luas di kawasan.

