Jet Tempur F-35 AS Diklaim Ditembak Iran, Terpaksa Mendarat Darurat di Timur Tengah

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 20 Maret 2026 | 02:40 WIB
Pesawat tempur (pixabay)
Pesawat tempur (pixabay)

SinPo.id -  Ketegangan konflik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim berhasil menyerang jet tempur canggih milik Amerika Serikat, F-35.

Menurut laporan CNN, klaim tersebut pertama kali disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menyebut jet siluman itu terkena sistem pertahanan udara saat menjalankan misi tempur di wilayah udara Iran.

IRGC menyatakan pesawat tersebut “berhasil dihantam dan mengalami kerusakan serius” sekitar pukul 02.50 waktu setempat. Mereka juga menyebut ada kemungkinan besar pesawat tersebut jatuh, meski belum ada konfirmasi pasti terkait nasib akhirnya.

Sebuah video yang dibagikan media Iran disebut memperlihatkan momen saat jet F-35 terkena serangan di udara, dengan terlihat ledakan, jejak asap, serta pesawat yang keluar jalur penerbangan.

AS Akui Pendaratan Darurat

Di sisi lain, militer Amerika Serikat melalui United States Central Command membenarkan adanya insiden tersebut, namun membantah kerusakan fatal seperti yang diklaim Iran.

Juru bicara militer AS, Tim Hawkins, mengatakan pesawat itu sedang menjalankan misi tempur sebelum akhirnya melakukan pendaratan darurat.

“Pesawat berhasil mendarat dengan aman dan pilot dalam kondisi stabil. Insiden ini sedang dalam penyelidikan,” ujarnya.

Namun hingga kini, pemerintah AS belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim serangan tersebut.

Pentagon: Operasi Tetap Berjalan

Pihak Pentagon menyebut operasi militer AS di kawasan tetap berjalan sesuai rencana. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa AS masih unggul dalam konflik ini.

Ia bahkan menyatakan sistem pertahanan udara Iran telah “dilumpuhkan”, meskipun klaim tersebut bertolak belakang dengan pernyataan IRGC.

Jika benar, insiden ini akan menjadi yang pertama kalinya Iran berhasil menargetkan jet tempur F-35 Lightning II, salah satu pesawat militer paling canggih dan mahal di dunia dengan nilai lebih dari 100 juta dolar AS.

Konflik Meluas ke Infrastruktur Energi

Di tengah eskalasi konflik, serangan juga meluas ke sektor energi di kawasan Teluk. Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait dilaporkan mengalami serangan terhadap fasilitas minyak dan gas.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberi sinyal kemungkinan eskalasi lanjutan.

“Respons kami terhadap serangan Israel baru menggunakan sebagian kecil kekuatan. Jika infrastruktur kami kembali diserang, tidak akan ada lagi penahanan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut serangan Israel dipicu oleh kemarahan, serta mengindikasikan upaya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut terhadap fasilitas energi strategis.

Konflik yang terus memanas ini menimbulkan kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas keamanan dan pasokan energi dunia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI