Ketua DPD RI Imbau Semua Pihak Menahan Diri di Tengah Eskalasi Konflik Global

Laporan: Juven Martua Sitompul
Kamis, 19 Maret 2026 | 12:17 WIB
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin resmi Buka Konvensyen DMDI ke-23 (Ashar/SinPo.id)
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin resmi Buka Konvensyen DMDI ke-23 (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengimbau seluruh pihak menahan diri di tengah eskalasi konflik global yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan. Khususnya, di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Menurut Sultan, situasi yang berkembang saat ini tidak hanya berdampak pada aspek geopolitik, tetapi juga menyentuh sensitivitas umat Islam yang tengah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan menjelang Idulfitri.

"Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Menjelang Idul Fitri, momentum ini seharusnya menjadi ruang untuk kembali pada nilai-nilai fitrah kedamaian, persatuan, dan kemanusiaan," kata Sultan dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, kata dia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian global.

"Rakyat Indonesia sangat prihatin atas konflik yang terjadi. Kami berharap semua pihak yang bertikai dapat segera menghentikan permusuhan dalam bentuk apa pun, dan memilih jalan damai sebagai solusi bersama," tegasnya.

Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) tersebut juga menyoroti bahwa konflik yang terjadi saat ini memiliki karakter asimetrik, tidak hanya dalam aspek militer, tetapi juga dalam arus informasi yang berkembang di ruang publik.

"Konflik ini bersifat asimetrik, bukan hanya di medan perang, tapi juga di medan informasi. Karena itu, masyarakat harus cerdas jangan sampai terjebak pada informasi bias dan hoaks yang justru memperkeruh keadaan," ucapnya.

Dia mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menyaring informasi, terutama di era digital dan kecerdasan buatan yang memungkinkan penyebaran disinformasi secara cepat dan masif.

"Kita harus menjaga kejernihan berpikir. Jangan sampai ruang publik dipenuhi oleh narasi yang tidak terverifikasi dan justru memecah persatuan," kata dia.

Sultan juga mengapresiasi sikap sejumlah negara yang memilih menahan diri dan tidak memperluas konflik sebagai langkah penting menuju de-eskalasi.

"Langkah menahan diri adalah bentuk kedewasaan dalam menjaga stabilitas global. Ini perlu terus didorong sebagai jalan menuju perdamaian," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Sultan mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan umat Muslim di dunia untuk tetap fokus menjalankan ibadah serta menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh ketenangan dan semangat persaudaraan.

"Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat persatuan, bukan memperlebar perbedaan," tegasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI