Timteng Masih Memanas, Amelia Dukung Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 18 Maret 2026 | 15:19 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini. Istimewa
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini. Istimewa

SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai penundaan pengiriman 8.000 pasukan Indonesia untuk misi perdamaian bersama International Stabilization Force (ISF) di Gaza, sudah tepat. Apalagi, konstalasi dinamika di Timur Tengah (Timteng) terus meningkat.

Dia meyakini keputusan itu diambil pemerintah dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik yang terjadi sekarang. Termasuk, aspek keamanan warga negara Indonesia (WNI) secara komprehensif.

"Bagi saya sebagai anggota Komisi I DPR RI melihat keputusan pemerintah untuk menunda pengiriman 8.000 pasukan dalam misi perdamaian bersama ISF di Gaza harus dipahami sebagai langkah yang mempertimbangkan dinamika geopolitik dan aspek keamanan secara komprehensif," kata Amelia dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.

Menurut Amelia, secara konteks konflik yang masih sangat fluktuatif, kehati-hatian menjadi prinsip utama agar keterlibatan Indonesia tetap berada dalam koridor hukum internasional dan mandat perdamaian yang jelas.

"Artinya di sini pemerintah kita sangat peka dengan kondisi dan situasi yang sedang terjadi saat ini. Saya secara prinsip sangat mendukung langkah yang diambil oleh pemerintah," katanya.

Namun demikian, Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini mengingatkan agar penundaan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai berkurangnya komitmen Indonesia terhadap upaya perdamaian global, khususnya bagi rakyat Palestina.

Bagi dia, Indonesia memiliki rekam jejak kuat dalam misi penjaga perdamaian dunia, sehingga setiap keputusan strategis seperti ini harus tetap menjaga kredibilitas, profesionalisme TNI, dan posisi Indonesia sebagai aktor yang konsisten dalam diplomasi kemanusiaan.

"Kita harus tetap memainkan peran aktif, baik melalui diplomasi, bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional dalam menjaga perdamaian dunia," kata Wakil Rakyat dari Dapil Jawa Tengah (Jateng) VII itu.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah menunda pengiriman 8.000 pasukan yang akan menjalani misi perdamaian bersama ISF di Gaza.

"Semua di-hold. Di-hold," kata Prasetyo usai menggelar rapat koordinasi di Kantor Kementerian Pertahanan, Selasa, 17 Maret 2026.

Prasetyo mengatakan penundaan pengiriman pasukan itu dikarenakan beragam pertimbangan, salah satunya eskalasi konflik di Timur Tengah yang meningkat.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI