Serangan Iran Ke Pangkalan Udara Al Minhad di UEA Rusak Fasilitas Medis Australia

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 18 Maret 2026 | 14:22 WIB
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese (SinPo.id/ Anadolu)
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese (SinPo.id/ Anadolu)

SinPo.id - Iran melancarkan serangan terhadap Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab, tempat tentara Australia ditempatkan, dan menyebabkan kebakaran yang merusak fasilitas medis dan akomodasi Australia.

Menurut Perdana Menteri Anthony Albanese, serangan yang terjadi sekitar pukul 9:15 pagi AEDT mengakibatkan kerusakan kecil pada blok akomodasi dan fasilitas medis Australia. Namun tidak ada personel yang terluka.

"Saya dapat memastikan bahwa tidak ada personel Australia yang terluka, dan semua orang benar-benar aman saat ini," kata Albanese, dilansir dari ABC, Rabu, 18 Maret 2026.

"Ada kerusakan kecil pada blok akomodasi dan fasilitas medis karena kebakaran kecil yang terjadi akibat proyektil yang menghantam jalan menuju pangkalan tersebut," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan perubahan di Al Minhad untuk merespons ancaman yang sedang berlangsung. Karena keselamatan personel ADD adalah yang utama.

"Fokus Pertahanan adalah untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel kami dan kami akan terus merevisi langkah-langkah perlindungan pasukan seiring perkembangan situasi di Timur Tengah," ungkapnya.

"Keselamatan dan keamanan para pria dan wanita yang dengan berani mengenakan seragam negara kita selalu menjadi prioritas utama kami, dan saya ingin meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada warga Australia yang terluka dalam insiden ini," kata Marles menambahkan.

Diketahui, Pangkalan Udara Al Minhad telah menampung lebih dari 100 personel militer Australia, personel Inggris dan sejumlah kecil personel Amerika Serikat.

Meskipun pangkalan tersebut dimiliki oleh UEA, Australia menggunakannya sebagai pusat militer, logistik, pengawasan, dan pelatihan utama di Timur Tengah.

Pangkalan udara tersebut juga telah menjadi pusat operasional bagi Angkatan Pertahanan Australia (ADF) sejak tahun 2003, tetapi kehadiran Australia dikurangi setelah penarikan pasukan dari Afghanistan pada tahun 2021.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI