Kepadatan Gilimanuk Mulai Teratasi, Menhub Semprot Pengusaha Logistik yang Bandel

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 18 Maret 2026 | 13:37 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi (SinPo.id/ Dok. Kemenhub)
Menhub Dudy Purwagandhi (SinPo.id/ Dok. Kemenhub)

SinPo.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, kemacetan antrean kendaraan di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sudah dapat diurai, sehingga panjang antrean dari 20 kilometer (Km)kini berkurang menjadi 8 Km. Namun, para pengusaha angkutan logistik diimbau untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas. 

"Banyaknya truk logistik sumbu tiga ke atas yang masih beroperasi selama periode Angkutan Lebaran ini menyebabkan kepadatan dan antrean panjang di sekitar Pelabuhan Gilimanuk," kata Dudy saat meninjau kondisi Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dikutip Rabu, 18 Maret 2026. 

Dudy menyampaikan, kejadian ini menjadi pembelajaran agar tidak terulang di kemudian hari. "Kita bekerja mencari solusi dan memitigasi terhadap kondisi di lapangan dan ini bisa jadi pelajaran agar ke depannya tidak terjadi lagi kepadatan di Gilimanuk. Saya sangat menghargai apa yang sudah dilakukan sehingga dalam beberapa hari kemacetan yang sampai 20 kilometer bisa mulai teratasi. Sekarang antrean kendaraan sepanjang 8 kilometer," ujarnya. 

Dudy menerangkan, Kemenhub telah melakukan sejumlah langkah penanganan kemacetan di Gilimanuk, berkolaborasi dengan Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP). Adapun langkah-langkah yang sudah dilakukan, antara lain mengoperasikan kapal-kapal besar, penambahan kapal menjadi 35 kapal oleh ASDP, mengoptimalkan buffer zone,  menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) sebanyak 25 kapal guna mempercepat operasionalisasi kapal.

"Dengan dilakukannya langkah-langkah tersebut harapannya terjadi pengurangan kepadatan serta arus lalu lintas bisa berjalan normal kembali dan kepadatan bisa terselesaikan sebelum Hari Raya Nyepi," ungkapnya. 

Selanjutnya, langkah mitigasi lain akan dilakukan jik masih terdapat banyak kendaraan yang belum terangkut pada saat Hari Raya Nyepi. Kendaraan kecil serta bus akan menjadi prioritas untuk memasuki kapal dan menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk, mengingat jumlah penumpang di kedua moda tersebut dinilai cukup besar. 

"Sementara terhadap kendaraan besar, apabila tertahan maka akan ditampung di buffer zone, kemudian sopir-sopirnya akan kita berangkatkan ke Banyuwangi sambil menunggu selesainya perayaan Hari Nyepi," imbuhnya.

Dia memastikan, para sopir kendaraan besar tersebut tidak akan dikenai biaya transportasi dari Gilimanuk menuju Banyuwangi hingga kembali lagi ke Gilimanuk. Demikian juga dengan biaya akomodasi yang akan disiapkan oleh PT ASDP.

Dudy menambahkan, dari sisi Pelabuhan Ketapang juga sudah disiapkan langkah penanganan agar arus kendaraan yang tiba dari Pelabuhan Gilimanuk tidak tersendat dan berjalan lancar. 

"Di sisi Ketapang sekarang sudah ada ruas tol fungsional dari Besuki. Dengan adanya jalan tol tersebut diharapkan aliran kendaraan yang tiba dari Gilimanuk bisa teratasi. Ketapang juga ada beberapa buffer zone diperuntukkan sebagai tempat istirahat dan untuk menahan kendaraan," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI