Pasar Murah Dinilai Jadi Solusi Tekan Harga Pangan Jelang Idulfitri 2026
SinPo.id - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv, menegaskan pemerintah tidak boleh menganggap kenaikan harga pangan sebagai kondisi yang wajar, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika konsumsi masyarakat meningkat.
Menurutnya, harga pangan yang melampaui batas acuan tersebut perlu segera direspons karena dapat mengindikasikan adanya persoalan, mulai dari distribusi hingga tingginya permintaan.
Sehingga pihaknya meminta pemerintah untuk memperbanyak program pasar murah dalam rangka menekan kenaikan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
“Saya mendorong gerakan pasar murah diperbanyak, karena ini menjadi salah satu solusi cepat untuk mengendalikan harga-harga yang beranjak naik menjelang Lebaran,” kata Rajiv, dalam keterangan persnya, Senin, 16 Maret 2026.
Ia pun meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional karena pemerintah telah memiliki cadangan yang cukup.
“Masyarakat jangan khawatir, sejauh ini cadangan pangan kita cukup berlimpah. Bahkan saat ini neraca pangan sembilan komoditas strategis kita hingga April 2026 dalam kondisi surplus,” ungkapnya.
Meski demikian, kata Rajiv, pemerintah harus tetap menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan setelah Lebaran agar masyarakat tidak menghadapi beban harga yang lebih tinggi di pasar.
