Kadin Proyeksi Perputaran Uang di Lebaran 2026 Tembus Rp161 Triliun

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 16 Maret 2026 | 14:30 WIB
Layanan penukaran uang baru. (Agus Priatna/SinPo.id)
Layanan penukaran uang baru. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, memproyeksikan perputaran uang selama periode Lebaran 2026 akan mencapai sekitar Rp148,39 triliun hingga Rp161 triliun. Meskipun, jumlah pemudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi diperkirakan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. 

"(Perputaran uang) Masih berpotensi mencapai Rp161.887.500.000.000 dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp4.500.000," kata Sarman dalam keterangannya, Senin, 16 Maret 2026. 

Sarman menjelaskan, survei Kementerian Perhubungan menunjukkan potensi pergerakan masyarakat pada momen mudik  Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Jumlah ini menurun 1,75 persen dibanding tahun 2025 lalu yang mencapai 146,4 juta.

Namun, pemerintah menggelontorkan pelbagai stimulus ekonomi untuk masyarakat. Seperti program diskon transportasi, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp911,16 miliar. Berbagai moda transportasi diberikan diskon sebesar 30 persen, seperti kereta api dengan target 1, 2 juta penumpang, angkutan laut 30 persen dengan target 445 ribu penumpang, dan diskon penyeberangan 100 persen dari tarif jasa ke pelabuhanan dengan target 945 ribu unit kendaraab dan 2,4 juta penumpang, serta angkutan udara sebesar 17-18 persen untuk kelas ekonomi dengan target 3,3 juta penumpang.

Kemudian, diskon tarif tol sebesar 30 persen di 29 ruas tol, stimulus dalam bentuk THR telah dianggarkan sebesar Rp65 triliun  meningkat 10 persen dari tahun lalu untuk 2,4 juta ASN Pusat, 4,3 juta Daerah, prajurit TNI-Polri serta 3,8 juta pensiunan. 

THR disektor swasta untuk 26,5 juta pekerja diperkirakan mencapai Rp124 triliun yang akan dibayarkan tujuh hari sebelum hari Raya Keagamaan. Berikutnya, kebijakan pemerintah yang mewajibkan pengelola aplikasi untuk memberikan Bonus Hari Raya (BHR) kepada mitra ojek online dan kurir, menambah perputaran uang sebesar Rp220 miliar untuk 850 ribu penerima. Pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhhere (WFA) selama 5 hari untuk mengurangi kepadatan arus mudik dan balik. 

"Berbagai stimulus dan kebijakan inilah yang mendorong minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini tetap tinggi dan potensi perputaran uang sangat besar," ucapnya. 

Sirman mengkalkulasikan jumlah pemudik 143,9 juta setara dengan 35.975.000 kepala keluarga (KK) dengan asumsi rata-rata per keluarga 4 orang. Jika per keluarga membawa uang sebesar Rp4.125.000 naik 10 persen dari 2025 lalu sebesar Rp3.75 juta, maka potensi perputaran uang Rp 4.125.000 X Rp35.975.000 KK sebesar Rp148.396.875.000.000 naik sekita 8 persen dari tahun sebelumnya. Bahkan bisa mencapai Rp161 triliun. 

Uang tersebut akan banyak beredar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat, sisanya ke Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan berbagai destinasi wisata lainnya. Perputaran uang akan banyak untuk kebutuhan mudik seperti tiket, biaya tol dan BBM, service kendaraan, oleh-oleh, baju baru, peralatan salat, THR, hampers, dan lainnya. 

Artinya, perputaran uang hampir menyasar kesemua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Lebaran. Lalu, dikampung halaman uang juga akan beredar di pusat destinasi wisata. Berbagai pedagang UMKM akan menikmati peningkatan omzet seperti pedagang makanan/minuman, souvenir, penjual makanan khas daerah dan penjual batik/kain khas daerah serta pusat kuliner diberbagai daerah. Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga telah menyediakan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun

"Perputaran uang selama perayaan dan libur Idul Fitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10-15 persen menjadi momentum untuk menggerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4 – 5,5 persen," ujarnya.

Dengan melihat geliat ekonomi kuartal I di mana ada momentum liburan Nataru di awal  Januari, kemudian perayaan dan libur Imlek 2577 dengan potensi perputaran uang sebesar Rp9 triliun dan Lebaran 2026, maka sangat optimis target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target.

"Yang paling penting Pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan bahwa ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026. Sehingga masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing masing. Hal sangat penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geo politik perang Iran vs AS dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam Negeri, " tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI