Kerahkan 33 Kapal, Antrean Kendaraan Pelabuhan Gilimanuk Berangsur Terurai
SinPo.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan 33 unit kapal, terdiri dari 19 kapal tipe Moveable Bridge (MB), 11 kapal Landing Craft Machine (LCM), serta 3 unit LCM perbantuan yang dioperasikan untuk mempercepat layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk dalam rangka arus mudik Lebaran 2026. Optimalisasi operasional kapal ini menjadi langkah utama untuk mempercepat penguraian antrean.
"Sejak akhir pekan kami melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari penambahan operasi kapal hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB). Upaya ini mulai memberikan dampak positif, di mana antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur terurai dan arus kendaraan terus bergerak," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, saat dikonfirmasi SinPo.id, Senin, 16 Maret 2026.
Windy menegakkan, ASDP bersama Kemenhub, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya, juga terus memperkuat koordinasi di lapangan guna meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan dan mempercepat pergerakan kendaraan.
Dia melanjutkan, mengikuti antrean yang mulai terurai, saat ini masih diterapkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) pada Dermaga LCM untuk tiga unit kapal. Melalui pola ini, kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar muatan dan kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan di dermaga tersebut, sehingga siklus pelayaran dapat berlangsung lebih cepat.
Dari sisi kondisi antrean, laporan di lapangan pada Minggu kemarin, pukul 17.00 WITA mencatat ekor kendaraan masih berada hingga kawasan Desa Tuwed, sekitar Kantor Perbekel, dengan jarak sekitar ±20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Komposisi kendaraan yang mendominasi antrean saat ini adalah kendaraan logistik dan mobil pribadi.
Di sisi lain, rekayasa lalu lintas juga terus diperkuat untuk mendukung kelancaran arus menuju pelabuhan. Kemenhub bersama Polri menerapkan pengaturan kendaraan menuju kantong parkir dan buffer zone yang telah disiapkan, termasuk penghentian sementara perjalanan truk sumbu tiga menuju Pelabuhan Gilimanuk guna mengurangi kepadatan di kawasan pelabuhan.
Namun, sejak diberlakukannya pembatasan pada 13 Maret 2026, masih terdapat truk dengan tiga sumbu atau lebih yang tetap beroperasi dan bergerak menuju pelabuhan sehingga berpotensi menambah kepadatan arus kendaraan.
Sementara itu, kondisi cuaca di perairan Selat Bali masih mendukung operasional penyeberangan. Pantauan terbaru menunjukkan cuaca berawan tebal dengan arah angin dari selatan berkecepatan maksimum sekitar 4,1 knots, tinggi gelombang 0,3–0,6 meter, serta jarak pandang minimal mencapai 8.000 meter.
Windy menegaskan, ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengoptimalkan pengaturan operasional di lapangan agar antrean kendaraan dapat semakin cepat terurai.
"Seluruh unsur di lapangan terus bekerja untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mempercepat proses penyeberangan. Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas agar pengaturan lalu lintas dan layanan pelabuhan dapat berjalan lebih lancar," tandasnya.
