Sepakati Investasi Rp339 Triliun, Bahlil Minta Proyek Masela Jangan Lagi Ditunda

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 16 Maret 2026 | 11:52 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan CEO  INPEX Corporation Takayuki Ueda. (SinPo.id/dok. Esdm)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan CEO  INPEX Corporation Takayuki Ueda. (SinPo.id/dok. Esdm)

SinPo.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan agar Proyek Abadi Masela segera masuk tahap keputusan investasi akhir dan tidak lagi berlarut-larut.

Hal ini disampaikan Bahlil saat bertemu  dengan CEO perusahaan energi Jepang INPEX Corporation Takayuki Ueda, di Tokyo, dalam rangka mendorong percepatan proyek yang nilainya mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp339 triliun (kurs Rp16.900/dolar) tersebut. 

"Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini kita semua tender EPC," kata Bahlil dalam keterangannya, Senin, 16 Maret 2026. 

Bagi pemerintah, proyek gas raksasa di Laut Arafura itu memiliki nilai penggerak ekonomi baru bagi Indonesia Timur sekaligus sumber pasokan gas besar untuk industri nasional di masa depan.

Bahlil mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek ini, yang telah mencapai sekitar 25 persen. Melihat kemajuan yang signifikan ini, Bahlil ingin untuk Proyek Abadi Masela supaya dapat memajukan Front End Engineering and Design (FEED) pada kuartal kedua 2026 atau selambatnya di kuartal ketiga tahun ini, supaya secara paralel dapat melakukan tender Engineering Procurement Construction (EPC).

Untuk mencapai target FEED tersebut, Bahlil menawarkan kepada INPEX supaya produksi Lapangan Abadi Masela yang mencapai 9 Million Tonnes Per Annum (MTPA), apabila belum ada pembeli serius hingga akhir April 2026, agar dibeli oleh Danantara, termasuk pasokan untuk program hilirisasi.

"Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir, untuk bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi. Jadi kami saja yang membeli," ujar Bahlil.

Tak lupa, Bahlil kembali mengingatkan INPEX untuk konsisten dalam memenuhi target milestone yang telah disepakati. Dengan birokrasi yang terus dipercepat dan komitmen investasi yang masif, Indonesia kini menatap optimis pembangunan hub energi hijau di Laut Arafura. 

"Proyek Abadi Masela kini bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi baru yang sedang bersiap untuk dinyalakan," kata Bahlil.

Menanggapi Menteri ESDM, CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda juga menyampaikan komitmennya untuk segera menyelesaikan Proyek Abadi Masela.

"Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati dan komitmennya untuk mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu buat saya pribadi, tapi kami segera jajaran INPEX memiliki komitmen juga untuk mempercepat realisasi Abadi ini, termasuk ini saya sudah 12 tahun mengerjakan Abadi. Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Abadi. Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," ujar Ueda.

Adapun dari sisi administratif, kemajuan proyek ini semakin solid dengan tuntasnya sejumlah perizinan krusial di awal tahun 2026. Persetujuan Lingkungan dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah diterbitkan pada 13 Februari 2026, menyusul persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI