Perang Iran–Israel: Iran Gunakan Rudal Sejjil untuk Pertama Kalinya dalam Konflik
SinPo.id - Iran dilaporkan telah menggunakan rudal balistik Sejjil untuk pertama kalinya dalam perang saat ini melawan Israel, demikian dikutip dari laporan APA yang mengutip pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC).
Penggunaan rudal ini terjadi dalam gelombang serangan ke‑54 yang merupakan bagian dari operasi militer Iran yang dinamai Operation True Promise 4. Dalam serangan ini, selain Sejjil, Iran juga melontarkan berbagai jenis rudal seperti Khorramshahr, Kheibar Shekan, dan Emad terhadap target yang diyakini berada di wilayah Israel.
Menurut IRGC, peluncuran ini menandai eskalasi kemampuan militer Iran dalam konflik yang kini telah memasuki fase kritis, dengan potensi dampak yang lebih luas terhadap stabilitas regional.
Apa Itu Rudal Sejjil?
Sejjil merupakan rudal balistik dua tahap berbahan bakar padat dengan jangkauan lebih dari 2.000 kilometer, yang memungkinkan Iran menjangkau lokasi target di luar perbatasan regionalnya tanpa perlu persiapan bahan bakar sebelum diluncurkan — suatu keunggulan strategis dibanding sistem berbahan bakar cair.
Dampak dan Respon
Laporan media juga menyebutkan bahwa serangan terbaru ini termasuk satu gelombang serangan misil besar oleh Iran, menargetkan banyak lokasi di dalam wilayah Israel serta wilayah sekitarnya. Beberapa rudal juga tercatat mengenai area dekat fasilitas diplomatik dan konsuler asing, termasuk yang berdekatan dengan Tel Aviv.
Militer Israel sendiri belum merilis pernyataan rinci mengenai dampak dari peluncuran Sejjil tersebut, namun ketegangan di kawasan diperkirakan akan tetap tinggi menyusul eskalasi baru ini.
Konflik antara Iran dan Israel telah berlangsung selama beberapa pekan dengan berbagai gelombang serangan dan pembalasan, melibatkan rudal, drone, serta serangan udara dari kedua belah pihak dan sekutunya.
