H-10 hingga H-7 Lebaran, 650 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
SinPo.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 650.213 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 hingga H-7 libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau periode 11–14 Maret 2026. Angka tersebut meningkat 7,1 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang melintas melalui empat gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Trans Jawa, Gerbang Tol Kalihurip Utama menuju Bandung, Gerbang Tol Cikupa menuju Merak, serta Gerbang Tol Ciawi menuju Puncak.
“Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode tersebut mencapai 650.213 kendaraan atau meningkat 7,1 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 607.351 kendaraan,” kata Rivan dalam keterangan tertulis, Minggu, 15 Maret 2026.
Dari total kendaraan tersebut, kata dia, mayoritas kendaraan bergerak menuju arah timur. Sebanyak 297.893 kendaraan atau 45,8 persen tercatat menuju Trans Jawa dan Bandung.
Rinciannya, kendaraan menuju Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama tercatat sebanyak 168.863 kendaraan atau meningkat 41,7 persen dibandingkan lalu lintas normal. Sementara itu, kendaraan menuju Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama mencapai 129.030 kendaraan atau turun 4,7 persen dari kondisi normal.
Dengan demikian, total kendaraan menuju arah timur melalui kedua gerbang tol tersebut mencapai 297.893 kendaraan atau meningkat 17 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Adapun kendaraan yang bergerak menuju arah barat atau Merak melalui Gerbang Tol Cikupa tercatat sebanyak 210.397 kendaraan atau meningkat 5,3 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Sementara itu, kendaraan menuju arah selatan atau kawasan Puncak melalui Gerbang Tol Ciawi mencapai 141.923 kendaraan, atau turun 7,2 persen dibandingkan kondisi normal.
Rivan juga mencatat peningkatan lalu lintas yang cukup signifikan pada H-7 Lebaran atau Sabtu, 14 Maret 2026. Pada hari tersebut, kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama mencapai 190.643 kendaraan.
“Volume lalu lintas tersebut meningkat 12,8 persen dibandingkan lalu lintas normal yang tercatat sebanyak 169.009 kendaraan,” ujar Rivan.
Dia menuturkan peningkatan paling signifikan terjadi pada kendaraan yang bergerak menuju wilayah timur. Pada Sabtu, 14 Maret 2026, jumlah kendaraan menuju Trans Jawa tercatat mencapai 60.723 kendaraan.
“Secara khusus, kami juga mencatat arus lalu lintas menuju wilayah Timur pada Sabtu, 14 Maret 2026 mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kendaraan yang mengarah ke Trans Jawa tercatat mencapai 60.723 kendaraan atau naik 89,3 persen dari lalu lintas normal sebanyak 32.070 kendaraan,” kata Rivan.
Untuk mengurai kepadatan saat periode mudik, lanjut Rivan, Jasa Marga mulai memberlakukan potongan tarif tol sebesar 30 persen pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga Senin, 16 Maret 2026 pukul 24.00 WIB atau pada H-6 hingga H-5 Lebaran.
“Hari ini Jasa Marga mulai memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen sebagai upaya mendorong pengguna jalan melakukan perjalanan lebih awal sehingga dapat menghindari puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026,” kata Rivan.
Dia juga mengimbau pemudik untuk menghindari waktu perjalanan yang biasanya menjadi favorit, seperti setelah berbuka puasa dan menjelang sahur.
Program diskon tersebut berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus menggunakan kartu uang elektronik di sembilan ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group. Ruas tersebut tersebar di jaringan Trans Jawa, Trans Sumatra, serta wilayah Bandung–Cisumdawu.
Selain itu, pembatasan operasional angkutan barang juga telah diberlakukan di ruas tol Jasa Marga sejak Jumat, 13 Maret 2026 hingga Minggu, 29 Maret 2026 atas diskresi kepolisian.
Jasa Marga mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik selama periode mudik Lebaran. Pengguna jalan juga diminta memanfaatkan informasi lalu lintas secara real time melalui aplikasi Travoy serta memastikan kondisi kendaraan, kecukupan bahan bakar, dan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
