Diresmikan Pramono, Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan Dibuka 24 Jam

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 15 Maret 2026 | 09:42 WIB
Pramono Anung resmikn taman Bendera Pusaka di Jaksel (SinPo.id/Pemprov DKI)
Pramono Anung resmikn taman Bendera Pusaka di Jaksel (SinPo.id/Pemprov DKI)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan pada Sabtu, 14 Maret 2026. Ruang terbuka hijau ini merupakan hasil integrasi tiga taman, yakni Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat.

Peresmian taman seluas 5,6 hektare itu turut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.

“Dengan luas sekitar 5,6 hektare dan jogging track sepanjang 1,2 kilometer, taman ini diharapkan menjadi salah satu pilihan ruang publik bagi warga Jakarta untuk berolahraga maupun beraktivitas,” ujar Pramono dalam keterangan resminya, dikutip Minggu, 15 Maret 2026.

Menurut dia, desain taman terinspirasi dari filosofi Sang Saka Merah Putih. Konsep tersebut diwujudkan melalui dua zona utama, yakni zona merah yang aktif dan dinamis serta zona putih yang tenang dan reflektif. 

Adapun kedua zona dihubungkan oleh jalur pedestrian, jembatan penghubung, serta ruang terbuka yang memungkinkan pengunjung menikmati seluruh kawasan taman.

"Taman Bendera Pusaka juga dilengkapi elemen vegetasi dengan 12 jenis tanaman dan sekitar 285 pohon. Sejumlah pohon langka seperti menteng, eboni, cempaka, dan kecapi turut ditanam di kawasan tersebut," ungkapnya. 

Selain itu, lanjut dia, tersedia berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi, di antaranya lapangan padel, lapangan multifungsi untuk basket, tenis, dan bulu tangkis, serta amphitheater untuk kegiatan komunitas dan pertunjukan.

Di kawasan taman berdiri pula patung Fatmawati sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih. Patung tersebut dibuat oleh pematung Teguh Ostenrik, sedangkan desain arsitektur kawasan dirancang arsitek Yori Antar.

“Mudah-mudahan taman ini memberikan manfaat besar bagi warga Jakarta. Selain menjadi ruang rekreasi dan olahraga, taman ini juga diharapkan menjadi ruang publik yang memperkuat interaksi sosial masyarakat,” kata Pramono.

Taman Bendera Pusaka dibuka selama 24 jam dan dilengkapi kamera pengawas (CCTV) serta sistem keamanan untuk menjaga kenyamanan pengunjung.

Pramono menegaskan pembangunan taman tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurut dia, proyek ini merupakan hasil kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/Lahan (SP3L).

“Pembangunan taman ini sepenuhnya merupakan hasil kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme KLB dan SP3L, sehingga tidak menggunakan dana APBD,” ujarnya.

Pramono pun mengimbau masyarakat menggunakan transportasi publik saat berkunjung. Menurutnya, lokasi taman berada tidak jauh dari kawasan Blok M yang terhubung dengan berbagai jaringan transportasi umum.

“Kami mengimbau masyarakat yang ingin berkunjung ke taman ini sebaiknya menggunakan transportasi publik. Aksesnya cukup mudah dari berbagai arah. Jika semua datang dengan kendaraan pribadi, tentu kapasitas parkir yang tersedia tidak akan mencukupi,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI