Pemerintah Tetap Jadikan ART Pegangan Utama Perdagangan dengan AS

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 14 Maret 2026 | 21:22 WIB
Juru Bicara Kementerian Koordinator Perekonomian Haryo Limanseto (SinPo.id/ Dok. Ekon)
Juru Bicara Kementerian Koordinator Perekonomian Haryo Limanseto (SinPo.id/ Dok. Ekon)

SinPo.id - Juru Bicara Kementerian Koordinator Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia dan Amerika Serikat (AS)  tetap menjadi pegangan utama dalam hubungan perdagangan kedua negara. 

Hal ini sebagai respons perkembangan proses investigasi perdagangan yang tengah berlangsung di AS sebagai bagian dari mekanisme administrasi hukum di negara tersebut.

"Pada prinsipnya ini adalah masalah administrasi hukum di negara mereka. Jadi mereka harus mengikuti proses investigasi tersebut. Namun pegangan kita tetap Agreement on Reciprocal Trade (ART), sehingga proses ini kita lalui saja," kata  Haryo dalam keterangannya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Haryo menyampaikan, proses investigasi ini juga diikuti oleh sejumlah negara lain. Adapun Indonesia memiliki posisi tersendiri karena kedua negara telah menyepakati ART setelah melalui proses perundingan yang berlangsung intensif selama lebih dari satu tahun.

"Investigasi itu akan kita ikuti dengan memberikan data-data yang diperlukan. Kami yakin apa yang menjadi perhatian tersebut sebenarnya sudah dibahas dalam perundingan ART," tuturnya. 

Dia menerangkan, Indonesia telah berkomunikasi dengan otoritas AS terkait tindak lanjut kebijakan tersebut. Pemerintah menilai bahwa berbagai isu yang menjadi perhatian dalam investigasi pada dasarnya telah dibahas secara komprehensif dalam perundingan ART, termasuk berbagai aspek perdagangan dan kerja sama ekonomi yang menjadi kepentingan kedua negara.

Selain itu, Indonesia juga terus melanjutkan proses domestik terkait implementasi ART melalui mekanisme yang berlaku, seperti konsultasi dengan DPR dan proses ratifikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"ART ini merupakan kesepakatan yang win-win bagi kedua negara. Karena itu kita optimistis kesepakatan yang sudah dibicarakan cukup panjang ini akan tetap berjalan," pungkasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI