Arus Mudik Tol Diprediksi 3,53 Juta Kendaraan

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:51 WIB
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono (SinPo.id/ Dok. Jasa Marga)
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono (SinPo.id/ Dok. Jasa Marga)

SinPo.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sekitar 3,53 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Jumlah tersebut diperkirakan terjadi dalam rentang H-10 hingga H+10 Idulfitri 1447 Hijriah atau selama 21 hari.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan empat gerbang tol yang menjadi jalur utama pergerakan kendaraan keluar Jabotabek adalah Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

“Proyeksi pergerakan lalu lintas selama periode Lebaran disusun berdasarkan analisis data historis serta pemantauan yang dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center,” kata Rivan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 Maret 2026.

Menurut Rivan, jumlah kendaraan yang keluar Jabotabek pada musim mudik tahun ini meningkat sekitar 1,8 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025.

"Jasa Marga memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada Rabu, (18/3 )atau H-3 Lebaran dengan volume sekitar 259 ribu kendaraan. Angka tersebut naik sekitar 0,5 persen dibandingkan puncak arus mudik tahun sebelumnya," ungkap Rivan. 

Sementara itu, kata Rivan, arus balik menuju Jabotabek diproyeksikan mencapai 3,39 juta kendaraan selama periode yang sama. Jumlah tersebut meningkat sekitar 2,6 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu.

Adapun puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran dengan volume sekitar 285 ribu kendaraan, atau naik 4,7 persen dibandingkan periode puncak arus balik 2025.

Rivan mengatakan proyeksi tersebut menjadi dasar bagi Jasa Marga dalam menyiapkan strategi operasional selama masa angkutan Lebaran, termasuk pengaturan lalu lintas secara lebih responsif.

“Untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas tersebut, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah strategi operasional layanan Lebaran 2026 yang mencakup pengoperasian jalur fungsional, penguatan armada layanan operasional, optimalisasi teknologi pemantauan lalu lintas, peningkatan kesiapan infrastruktur jalan tol, hingga peningkatan layanan di rest area,” ujar Rivan. 

Selain itu, lanjut Rivan, Jasa Marga juga mendorong pengguna jalan memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara waktu nyata. 

Menurut Rivan, aplikasi tersebut terhubung dengan berbagai perangkat pemantauan seperti radar, kamera pengawas, dan sistem penghitungan lalu lintas.

“Alhamdulillah seluruh kesiapan operasional telah dipersiapkan dengan baik. Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk memanfaatkan fasilitas layanan yang disediakan Jasa Marga, khususnya aplikasi Travoy,” kata Rivan.

Rivan juga mengingatkan masyarakat dapat menghubungi Call Center Jasa Marga di nomor 133 jika membutuhkan bantuan selama perjalanan di jalan tol.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI