Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Bahas Kesiapan Idulfitri 1447 H dan Apresiasi Semangat Toleransi Bangsa

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 13 Maret 2026 | 21:26 WIB
Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Bahas Kesiapan Idulfitri 1447 H (SinPo.id/Biro setpres)
Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Bahas Kesiapan Idulfitri 1447 H (SinPo.id/Biro setpres)

SinPo.id - Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 13 Maret 2026. Sidang tersebut secara khusus membahas kesiapan pemerintah dalam menghadapi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang tinggal beberapa hari lagi.

 

Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo terlebih dahulu mengajak seluruh jajaran kabinet untuk memanjatkan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga sidang kabinet dapat dilaksanakan. Kepala Negara juga menyampaikan harapannya agar seluruh ibadah umat Islam selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT serta seluruh masyarakat dapat kembali dipertemukan dengan Ramadan pada tahun mendatang.

 

“Kita sudah memasuki hari ke-23 di bulan suci Ramadan ini, dan tujuh hari lagi kita akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT, dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan mendatang bagi umat Islam,” ujar Presiden Prabowo.

 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang agama yang telah menjaga suasana toleransi selama bulan Ramadan. Menurutnya, sikap saling menghormati antarumat beragama merupakan salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia.

 

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita yang beragama lain, yang telah menghormati bulan Ramadan dengan baik. Ini selalu adalah kebanggaan dan keunggulan bangsa Indonesia, yaitu kita melaksanakan ibadah agama kita masing-masing dalam suasana kerukunan, kekeluargaan, dan saling menghormati,” ungkap Presiden.

 

Presiden Prabowo bahkan menyinggung pengalaman yang berkesan saat menghadiri peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur. Menurut Presiden, kondisi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

 

“Di situ oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama menyampaikan bahwa gereja-gereja di Malang membantu membuka halamannya, mempersilahkan warga NU tidur di halaman gereja, memberi lapangan parkirnya. Inilah keunggulan kita, kebaikan kita, kekuatan kita. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda satu. Ini harus kita jaga,” tutur Presiden.

 

Selain membahas kesiapan Idulfitri, Presiden Prabowo juga menyinggung berbagai upaya pemerintah dalam menangani dampak bencana di sejumlah daerah. Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh unsur pemerintah yang terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

 

“Tadi baru saja kita lihat video klip sebentar apa yang dilaksanakan oleh Satgas Jembatan, 218 jembatan dalam 2,5 bulan. Ini menunjukkan reaksi cepat tanggap kehadiran pemerintah,” ucap Presiden.

 

Presiden Prabowo pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di berbagai daerah, termasuk unsur pemerintah daerah, aparat, serta relawan yang bekerja langsung di lapangan. “Atas nama negara, bangsa dan sebagai Presiden, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi sampaikan penghargaan saya dan terima kasih saya kepada semua unsur di lapangan yang telah bekerja keras,” kata Presiden.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI