DPR Soroti Tingginya Angka Kecelakaan Lalu Lintas Nasional
SinPo.id - Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas nasional, yang menempatkan keselamatan di jalan raya sebagai persoalan serius dan harus segera dibenahi.
“Tentu, kondisi keselamatan di jalan raya ini berada pada titik yang mengkhawatirkan, karena dengan populasi 287 juta jiwa, ini 2025 saja angkanya fantastis kecelakaan kita di lalu lintas, jadi menyentuh angka 26,33 per 100 ribu penduduk,” kata Saadiah, dalam keterangan persnya, dikutip Jumat, 13 Maret 2026.
Terlebih data kecelakaan lalu lintas menunjukkan tren yang memprihatinkan. Terbukti pada tahun 2024, jumlah kecelakaan tercatat mencapai sekitar 152 ribu kejadian. Angka itu bahkan meningkat pada 2025.
“Saya mengangkat data di tahun 2024, jumlah laka menyentuh angka 152 ribu per tahun. Sementara di tahun 2025 berdasarkan data Kepolisian RI angka laka naik menjadi 155 ribu 433 kejadian dengan korban meninggal dunia mencapai 75.550 jiwa,” jelasnya.
Namun, angka tersebut jauh dari target nasional yang telah ditetapkan pemerintah dalam Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan, bahkan hampir mencapai 3 kali lipat.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang masih jauh di atas standar keselamatan global yang ditetapkan World Health Organization.
“Ini fenomena yang tidak hanya menempatkan Indonesia jauh di bawah standar keamanan global WHO di bawah 10 per 100 ribu jiwa. Jadi kita berada pada 26,33, dan ini menegaskan bahwa risiko kematian di jalan raya masih menjadi ancaman nyata yang menuntut penanganan sistem yang lebih agresif," tuturnya.
Oleh sebab itu, pihaknya mendorong perubahan pendekatan kebijakan transportasi dari sekadar pengaturan lalu lintas menjadi upaya nyata menjamin keselamatan pengguna jalan, untuk menekan tingkat kecelakaan.
