Israel Lancarkan Gelombang Serangan Baru di Beirut
SinPo.id - Israel telah melancarkan gelombang serangan baru di ibu kota Lebanon, Beirut, yang menargetkan lingkungan Bashoura di pusat Beirut serta pinggiran selatan, dan wilayah lainnya di dekat Beirut.
Bahkan Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi atas sebuah bangunan di Zuqaq al-Blat, di pusat kota.
Israel juga menargetkan serangan terhadap warga sipil yang berada di tenda-tenda pengungsi di Lebanon. Termasuk serangan di daerah tepi laut Ramlet al-Baida, yang menewaskan sedikitnya 12 orang.
Tak hanya itu, serangan Israel terhadap sebuah bangunan Universitas di Lebanon, juga menewaskan dua akademisi.
"Serangan pesawat tak berawak Israel terhadap gedung Universitas Lebanon di Hadath, dekat Beirut, menewaskan dua akademisi," jata Lapiran Berita Nasional Lebanon, dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 13 Maret 2026.
Namun, kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah juga telah merespons dengan gelombang serangan roket terhadap Israel, termasuk serangan-serangan besar dalam koordinasi dengan Iran.
Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, pemboman intensif Israel di seluruh Lebanon, telah menewaskan sedikitnya 687 orang dan melukai lebih dari 1.500 orang.
Sementara Otoritas Lebanon mengatakan lebih dari 800.000 orang telah mengungsi secara paksa akibat kekerasan tersebut, yang dimulai pada 2 Maret setelah Hizbullah meluncurkan roket ke arah wilayah Israel menyusul dimulainya perang Amerika Serikat-Israel di Iran.

