DPRD DKI Dorong RDF Rorotan Jadi Model Pengolahan Sampah Jakarta
SinPo.id - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Khoirudin, menilai fasilitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel di Rorotan dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap pembuangan sampah ke TPST Bantargebang.
Menurut Khoirudin, kapasitas tempat pengolahan sampah di Bantargebang saat ini sudah sangat tinggi sehingga membutuhkan pendekatan baru melalui teknologi pengolahan yang lebih modern.
“Tidak bisa dihindari karena memang sudah terlalu tinggi tumpukan sampahnya. RDF Rorotan menjadi solusi karena kapasitasnya sekitar 2.500 ton,” kata Khoirudin, Kamis, 12 Maret.
Fasilitas RDF Rorotan, kata dia, berpotensi menjadi contoh pengembangan sistem pengolahan sampah yang lebih dekat dengan sumber produksi sampah di Jakarta. Jika operasionalnya berjalan baik, pemerintah daerah dapat membangun fasilitas serupa di beberapa wilayah lain.
Dengan pendekatan tersebut, pengangkutan sampah ke Bantargebang dapat dikurangi karena sebagian pengolahan dilakukan di dalam wilayah kota.
“Kalau di sana sudah berjalan baik, kita ingin membangun fasilitas serupa di beberapa wilayah Jakarta sehingga tidak perlu lagi semuanya dikirim ke TPST Bantargebang,” ujarnya.
Khoirudin juga menanggapi keluhan sebagian warga terkait potensi bau dari fasilitas RDF tersebut. Ia memastikan hasil pengecekan menunjukkan tingkat bau masih berada dalam batas toleransi.
Menurut dia, saat ini telah tersedia alat pengukur kualitas udara yang mampu mendeteksi unsur bau di sekitar fasilitas pengolahan sampah tersebut.
"Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan operasional RDF tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar," tandasnya.

