DKI Resmikan Transjabodetabek Blok M–Soetta

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 12 Maret 2026 | 15:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M Jalur 6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2026. Rute baru ini dihadirkan sebagai upaya menyediakan transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau menuju bandara.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan sebagian besar masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta.

“Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara. Padahal, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai lebih dari 54,9 juta orang per tahun,” ujar Pramono saat peresmian.

Menurut dia, rute SH2 menghubungkan kawasan Blok M sebagai area Transit Oriented Development (TOD) secara langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui layanan direct service. 

"Kehadiran rute ini diharapkan memberi alternatif perjalanan bagi masyarakat dari pusat kegiatan di Jakarta Selatan menuju bandara tanpa berganti moda transportasi," tutur dia. 

Pramono mengatakan tarif layanan tersebut akan dipatok Rp3.500 selama tiga bulan pertama, khususnya untuk menyambut arus perjalanan menjelang Idulfitri.

“Selama tiga bulan ke depan, terutama dalam rangka menyambut Idulfitri, tarif tetap ditetapkan Rp3.500. Setelah tiga bulan, kami akan melakukan evaluasi karena beban operasional dan subsidi yang harus ditanggung cukup besar. Setelah masa evaluasi, tarif akan disesuaikan pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000,” kata dia.

Saat ini, sejumlah moda transportasi lain telah melayani rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta, di antaranya bus dari DAMRI dengan tarif sekitar Rp80 ribu, taksi dari Blue Bird Group sekitar Rp217 ribu di luar tarif tol, serta layanan transportasi daring seperti GoCar dan Grab dengan tarif berkisar Rp127.500 hingga Rp155.500.

Melalui layanan Transjabodetabek SH2, pemerintah menargetkan sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang per hari dapat terlayani. Target tersebut merujuk pada pengalaman rute sebelumnya, yakni Blok M–Bogor, yang kini mampu melayani lebih dari 7.000 penumpang per hari dan dapat mencapai lebih dari 8.500 penumpang pada hari libur.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyambut baik kehadiran rute baru tersebut. Dia menyebut Kota Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta dengan sekitar 2 juta penduduk, banyak di antaranya bekerja di ibu kota.

“Tangerang merupakan kota lintasan, baik melalui Jalan Tol Jakarta-Merak maupun akses menuju Bandara Soekarno-Hatta. Dengan layanan Transjabodetabodetabek ini, kami berharap dapat membantu meminimalkan kemacetan di sejumlah titik, baik di Jakarta maupun di wilayah Kota Tangerang,” ujar Sachrudin.

Dia juga mengapresiasi kolaborasi antar daerah dalam menghadirkan layanan transportasi publik bagi masyarakat.

Adapun layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta memiliki panjang lintasan sekitar 65,1 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan 121 menit. Sebanyak 14 unit bus disiapkan untuk melayani rute tersebut.

Bus beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 dengan waktu tunggu sekitar 10–20 menit. Rute ini memiliki 13 titik pemberhentian di wilayah Jakarta dan 10 titik pemberhentian di luar Jakarta sebelum mencapai kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI