Presiden Prabowo Minta Tak Ada Laporan Palsu di BUMN dan Danantara
SinPo.id - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh pimpinan badan usaha milik negara (BUMN) dan jajaran manajemen Danantara agar tidak bermain-main dengan laporan keuangan.
Hal itu disampaikan Kepala Negara dalam acara syukuran satu tahun berdirinya Danantara.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ia tidak ingin lagi menerima laporan yang dimanipulasi atau dibuat sekadar menyenangkan pimpinan. Menurutnya, praktik semacam itu justru merusak tata kelola perusahaan negara.
“Saya minta jangan main-main lagi dengan saya. Jangan ada laporan palsu, laporan yang hanya menyenangkan supaya bisa akal-akalan,” kata Prabowo di hadapan jajaran pimpinan Danantara dan BUMN, Rabu, 11 Maret 2026.
Presiden Prabowo menyebut, peringatan tersebut disampaikan secara terbuka karena Danantara memegang tanggung jawab besar dalam mengelola kekayaan negara. Lembaga ini merupakan konsolidasi dari berbagai aset strategis yang dimiliki bangsa Indonesia.
“Danantara adalah daya anagata nusantara. Daya berarti kekuatan atau energi, anagata adalah masa depan. Jadi lembaga ini harus menjaga dan mengelola kekuatan bangsa kita untuk masa depan,” ujarnya.
Presiden juga menekankan bahwa pengelolaan aset negara membutuhkan integritas serta kemauan politik yang kuat.
Menurutnya, manajemen yang baik tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada niat yang benar dari para pengelolanya.
Meski memberikan imbauan tersebut, Prabowo mengaku cukup puas dengan kinerja Danantara selama satu tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa laporan awal yang diterimanya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan aset.
“Saya dapat laporan dan saya cukup gembira. Return of assets pada 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya naik lebih dari 300 persen,” katanya.
Peningkatan tersebut, menurut Presiden Prabowo, menjadi bukti bahwa konsolidasi manajemen yang dilakukan melalui Danantara mulai menunjukkan hasil. Ia menilai langkah menyatukan pengelolaan berbagai perusahaan negara di bawah satu kendali merupakan keputusan yang tepat.
Presiden Prabowo juga menyoroti kompleksitas pengelolaan BUMN yang selama ini tersebar di berbagai entitas. Ia mengaku baru mengetahui bahwa jumlah perusahaan yang terkait dengan BUMN bisa mencapai lebih dari seribu entitas.
“Tidak ada pelajaran manajemen di mana pun di dunia yang mengatakan satu manajemen bisa mengelola seribu entitas sekaligus,” ujarnya.
Karena itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa konsolidasi melalui Danantara bertujuan menciptakan sistem pengelolaan yang lebih terarah, efisien, dan akuntabel.
