Pramono Kaji Aturan Khusus Penanganan Bullying

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 11 Maret 2026 | 17:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya mengkaji kemungkinan penyusunan regulasi khusus untuk menangani kasus perundungan atau bullying. 

Permintaan itu disampaikan setelah Pramono mendengar aspirasi pasien dan tenaga kesehatan saat Safari Ramadan di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa, 10 Maret 2026.

Pramono mengatakan isu perundungan muncul dalam dialognya dengan pasien maupun petugas rumah sakit. Karena itu, dia meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempelajari kemungkinan penerbitan aturan tingkat gubernur.

“Saya akan meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat beserta jajaran untuk mempelajari apakah memang diperlukan Peraturan Gubernur yang berkaitan dengan penanganan bullying,” kata Pramono dalam keterangan resmi.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah yang diisi dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah. 

Dalam kesempatan itu, Pramono juga berdialog langsung dengan sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan.

Dia mengatakan bersyukur dapat berbuka puasa bersama pasien dan tenaga kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

“Hari ini saya bersyukur bisa berbuka puasa sekaligus melaksanakan salat Magrib di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit. Fasilitasnya cukup baik dan saya juga sempat berinteraksi dengan beberapa pasien di sini,” ujarnya.

RSKD Duren Sawit merupakan rumah sakit khusus milik pemerintah daerah yang berfokus pada pelayanan kesehatan jiwa, rehabilitasi psikososial, serta penanganan adiksi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Dalam dialog dengan pasien, Pramono juga menyoroti pentingnya dukungan masyarakat terhadap orang yang menjalani perawatan kesehatan mental. Ia menilai stigma sosial masih menjadi tantangan dalam proses pemulihan pasien.

“Harapan saya, siapa pun yang dirawat di tempat ini setelah selesai menjalani perawatan dapat menjadi lebih baik. Yang paling penting, masyarakat juga harus bisa menerima sekaligus menghilangkan stigma yang ada,” kata dia.

Melalui kunjungan itu, Pramono menegaskan kehadiran pemerintah daerah tidak hanya untuk bersilaturahmi selama Ramadan, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada pasien.

“Kami di sini untuk berbagi doa dan semangat, sekaligus memastikan para pasien memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, bermutu, adil, dan merata,” ujarnya.

Menurut Pramono, pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI