Trump Tidak Senang Putra Ali Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Iran yang Baru

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 10 Maret 2026 | 08:25 WIB
Mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. (SinPo.id/Getty Images)
Mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. (SinPo.id/Getty Images)

SinPo.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tidak senang putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.

"Saya tidak senang dengannya,” kata Trump saat diwawancara New York Post, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

Ia juga telah berulang kali memperingatkan Iran agar tidak memilih putra dari Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang telah dibunuh, untuk memimpin negara tersebut seiring meningkatnya konflik AS-Israel dengan Iran.

“Saya tidak akan melalui perang ini hanya untuk berakhir dengan Khamenei yang lain. Saya ingin terlibat dalam pemilihan,” ungkapnya, dilansir dari Al Jazeera.

Menurut Trump, Iran telah melakukan kesalahan yang besar dengan memilih Mojtaba sebagai penerus Ali Khamenei. Dia pun mengisyaratkan bahwa pemimpin tertinggi yang baru mungkin akan menjadi sasaran berikutnya dan dibunuh seperti ayahnya.

“Saya tidak tahu apakah ini (kepemimpinan Mojtaba Khamenei) akan bertahan lama. Saya pikir mereka telah melakukan kesalahan,” tuturnya.

Diketahui, Majelis Pakar Iran telah memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran untuk menggantikan ayahnya yang syahid dalan serangan AS-Israel.

Keputusan itu merupakan bentuk pembangkangan Iran terhadap presiden AS, yang meminta Iran untuk mengikuti jejak Venezuela dalam memilih pemimpin yang bersedia menjawab tuntutan Washington.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI