Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 | 01:26 WIB
Ilustrasi pengendara motor mengisi BBM subsidi di SPBU. (SinPo.id/Agus Priatna)
Ilustrasi pengendara motor mengisi BBM subsidi di SPBU. (SinPo.id/Agus Priatna)

SinPo.id -  Pemerintah memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tetap aman di tengah konflik Timur Tengah yang memicu potensi lonjakan harga, usai Iran menutup Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. “Stok BBM kita secara nasional aman, di atas standar minimum cadangan BBM, sehingga tidak ada alasan melakukan panic buying,” ujar Dwi di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Senin 9 Maret 2026.

Dwi menjelaskan cadangan BBM nasional dijaga agar memenuhi standar minimum nasional di atas 21 hari. Setiap BBM yang keluar akan diisi kembali, baik dari produksi dalam negeri maupun pasokan dari negara alternatif di luar Timur Tengah.

“Analoginya seperti toren air, jika air dipakai, toren akan otomatis terisi kembali. Jadi jangan beranggapan stok akan habis,” tambahnya.

Ia menegaskan aksi panic buying justru akan merugikan masyarakat sendiri dan bisa menimbulkan situasi tidak terkendali.

“Kondisi kita normal, tapi jika terjadi penimbunan, akan menimbulkan masalah. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan fokus menjalankan aktivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, memastikan pihaknya menyiagakan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri hingga 1 April 2026 untuk menjaga pasokan BBM. Arya menegaskan, Pertamina terus menjaga stok BBM sebelum dan sesudah Lebaran, dengan lebih dari 7.800 SPBU di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 2.000 SPBU yang beroperasi 24 jam.

“Masyarakat tidak perlu panik karena semua sudah disiapkan sebaik mungkin. Tidak ada SPBU yang tidak melayani masyarakat. Kami terus berupaya memastikan kondisi stok aman,” kata Arya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI