Menag Ingin Indonesia Jadi Pusat Studi Al-Qur'an Dunia
SinPo.id - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar berkomitmen akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat utama studi Al-Qur'an di tingkat global. Sebab, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi rujukan bagi pelajar internasional yang ingin mendalami Al-Qur'an.
"Saya ingin menekankan pentingnya kita mengembalikan dan memperkuat status lingkungan PSQ (Pusat Studi Al-Qur'an) ke depan dengan hati yang penuh ketulusan. Kita ingin ke depan, Indonesia menjadi salah satu tempat utama untuk belajar Al-Qur'an," kata Nasaruddin dalam keterangannya, Senin, 9 Maret 2026.
Nasaruddin menegaskan, dengan Indonesia menjadi rujukan dunia, sehingga pusat studi tak lagi hanya terfokus di kawasan Timur Tengah saja.
"Jadi, pusat studi Al-Qur'an bukan hanya ada di Timur Tengah, tapi juga ada di Indonesia," ujarnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyampaikan, cahaya Al-Qur'an yang dipancarkan dari Indonesia harus memberikan sinar yang lebih terang bagi masa depan peradaban. Ia meyakini, karakter pemahaman Al-Qur'an di Indonesia yang moderat dan harmonis merupakan aset penting yang dibutuhkan oleh dunia internasional saat ini.
Terkait keberlangsungan lembaga dan program kaderisasi mufasir, Nasaruddin optimis bahwa persoalan pendanaan dan operasional dapat segera dicarikan solusi yang konkret.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, akan menjadi pilar utama dalam menjaga eksistensi program-program tersebut.
"Cahaya Al-Qur'an di Indonesia harus memancarkan sinar yang lebih terang untuk masa depan. Mumpung Pak Presiden masih bersama kita dan didukung oleh para tokoh-tokoh kita yang lain, saya kira persoalan pendanaan dan keberlanjutan itu insya Allah bisa diselesaikan," tandasnya.
