Presiden Iran Minta Maaf Atas Serangan ke Negara Tetangga
SinPo.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menyampaikan permintaan maafnya atas serangan yang dilancarkan kepada negara-negara tetangga untuk melumpuhkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Namun pihaknya juga menegaskan bahwa strategi perang Iran tidak akan berubah, dan Iran akan merespons setiap serangan yang dilancarkan terhadap negaranya, termasuk serangan yang berasal dari pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
“Semakin besar tekanan yang mereka berikan kepada kita, semakin kuat pula respons kita,” kata Pezeshkian, dilansir dari AP, Senin, 9 Maret 2026.
Pezeshkian juga telah mendesak negara-negara tetangga untuk tidak ikut serta dalam serangan AS dan Israel. Karena serangan AS tidak berasal dari pemerintah negara-negara Teluk Arab, tetapi dari pangkalan dan kapal AS di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, kepala kehakiman Gholam Hossein Mohseni-Ejei, turut menegaskan, Iran akan terus menyerang pangkalan militer AS secara intensif.
“Geografi beberapa negara di kawasan ini, baik secara terang-terangan maupun terselubung, berada di tangan musuh, dan titik-titik tersebut digunakan untuk melawan negara kita dalam tindakan agresi. Serangan intensif terhadap target-target ini akan terus berlanjut,” tegasnya.
Diketahui, Mohseni-Ejei dan Pezeshkian adalah bagian dari dewan kepemimpinan beranggotakan tiga orang yang mengawasi Iran sejak Khamenei terbunuh.
