Mentan Pastikan Stok Beras Aman hingga 324 Hari

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 08 Maret 2026 | 20:49 WIB
Ilustrasi pedagang beras (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi pedagang beras (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi ketersediaan pangan berada dalam posisi aman dan kuat dengan dukungan produksi domestik yang tinggi serta cadangan nasional yang memadai. 

"Cadangan kita sampai dengan hari ini itu tersedia sampai dengan 324 hari cadangan pangan kita. Mulai dari cadangan Bulog 3,7 juta ton, kemudian standing crop juga sekitar 11,73 juta ton, totalnya bisa bertahan 324 hari," kata Amran dalam keterangannya, Minggu, 8 Maret 2026. 

Menurut Amran, ketersediaan pangan nasional saat ini berada pada posisi yang sangat kuat. Sebab, didukung oleh produksi dalam negeri yang baik serta cadangan yang tersebar di berbagai lini rantai pasok pangan nasional.

"Produksi kita bagus. Stok kita juga kuat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan," ujarnya. 

Kondisi tersebut tercermin dari data pemantauan stok beras nasional yang menunjukkan ketersediaan beras nasional berada pada level yang sangat memadai. Berdasarkan data pemantauan ketersediaan beras nasional, total ketersediaan beras nasional saat ini tercatat sekitar 27,99 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sekitar 12,50 juta ton berada di rumah tangga masyarakat. Kemudian sekitar 3,7 juta ton berada di gudang Perum Bulog sebagai bagian dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Selanjutnya sekitar 11,73 juta ton merupakan standing crop atau padi siap panen.

Distribusi stok tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan beras nasional tidak hanya berada pada cadangan pemerintah, tetapi juga tersebar di berbagai pelaku rantai pasok pangan mulai dari rumah tangga, penggilingan, hingga pedagang. Kondisi ini memperkuat ketahanan sistem pangan nasional dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Amran menambahkan, pemerintah terus memantau kondisi produksi dan stok pangan nasional secara berkala guna memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

"Yang penting adalah memastikan produksi berjalan baik dan stok tersedia. Dengan kondisi itu, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI