Curah Hujan 264 Milimeter Picu Banjir di Jakarta
SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan ribuan petugas dan mengoperasikan ratusan pompa air untuk menangani banjir yang merendam sejumlah wilayah ibu kota sejak Sabtu malam hingga Ahad, 8 Maret 2026.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 11.00 WIB, banjir merendam 147 rukun tetangga (RT) dan menggenangi 19 ruas jalan. Ketinggian air bervariasi antara sekitar 20 sentimeter hingga 1,7 meter di beberapa titik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan curah hujan yang sangat tinggi menjadi salah satu pemicu meluasnya genangan di ibu kota.
“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan mencapai 264 milimeter per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat tinggi,” kata Pramono di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026.
Menurut dia, pemerintah provinsi langsung berkoordinasi dengan dinas terkait sejak Sabtu malam untuk mempercepat penanganan genangan. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera mengoperasikan pompa di sejumlah titik rawan banjir.
“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Bahkan di beberapa titik pemompaan sudah dilakukan sejak malam,” ujar Pramono.
Adapun Pemprov DKI mengerahkan sekitar 1.200 unit pompa pengendali banjir. Rinciannya terdiri dari 668 pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi serta 536 pompa mobile yang ditempatkan di sejumlah kawasan rawan genangan.
"Penyedotan air antara lain dilakukan di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, dan sejumlah ruas jalan utama lainnya," tutur Pramono.
Selain curah hujan di Jakarta, Pramono mengatakan debit air dari wilayah hulu juga berpotensi menambah volume air di ibu kota. Wilayah penyangga seperti Bogor dan Tangerang dilaporkan mengalami hujan deras pada periode yang sama.
“Karena di wilayah atas, baik di Bogor maupun Tangerang, curah hujan juga tinggi, pasti ada air yang mengalir ke Jakarta,” imbuhnya.
Data pemantauan tinggi muka air (TMA) menunjukkan sejumlah sungai yang mengalir di Jakarta sempat mengalami kenaikan sejak Sabtu sore hingga Minggu dini hari. Di Pintu Air Manggarai, aliran Kali Ciliwung sempat berstatus waspada dengan TMA di atas 750 sentimeter pada pukul 02.00 WIB dan mendekati status siaga pada pukul 07.00 WIB dengan ketinggian 845 sentimeter. Kondisi tersebut kemudian berangsur normal pada siang hari.
Sementara itu di hulu Kali Angke, TMA sempat mencapai lebih dari 300 sentimeter pada Ahad pukul 01.00 WIB dengan status bahaya dan meningkat hingga sekitar 400 sentimeter pada pukul 07.00 WIB. Kenaikan serupa juga tercatat di Cengkareng Drain dan Kali Sunter yang sempat berada pada status bahaya sebelum akhirnya berangsur surut.
Dalam jangka menengah, lanjut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memperkuat pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai.
"Saat ini normalisasi dilakukan di tiga sungai utama, yakni Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut," tutur dia.
Seperti diketahui, normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan rampung pada 2027 dan diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan Jakarta. Pramono juga mengimbau warga tetap waspada serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca dan potensi genangan di wilayah masing-masing.
