Andre Rosiade: Perantau Minang Kirim Uang Rp20 Triliun per Tahun ke Sumbar

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 08 Maret 2026 | 13:49 WIB
Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade melepas 100 bus pemudik Pulang Basamo 2026 (Ashar/SinPo.id)
Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade melepas 100 bus pemudik Pulang Basamo 2026 (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyampaikan, masyarakat Minang perantauan sudah terbukti berkontribusi membantu pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat. Karena, dengan banyaknya masyarakat Sumbar perantauan mudik Lebaran, akan menggerakkan roda ekonomi daerah.

"Perantau Minang selalu mengirimkan uang Rp20 triliun per tahun. Sehingga ekonomi bisa terbantu di kampung," kata Andre dalam pelepasan bus "Pulang Basamo" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026. 

Menurut Andre, uang perantau Minang yang dibawa ke kampung halaman ini, juga turut mengangkat pendapat daerah. Terlebih, pertumbuhan Provinsi Sumbar jauh di bawah pertumbuhan nasional. 

"Kalau tidak ada uang dari perantau Minang, mungkin pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya 2 persenan. Tidak sampai 3,3 persen yang jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Inflasi 6 persen. Ini kan memberatkan," tuturnya. 

Selain itu, Andre juga memuji Presiden Prabowo Subianto yang sangat membantu masyarakat Sumbar dengan menggelontorkan anggaran triliunan dari pemerintah pusat. Di mana, pascabencana alam beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo menginstusikan perbaiki infrastruktur hingga persawahan masyarakat. Bahkan, ke depan, pemerintah juga akan membangun jalan tol di Sumbar. 

"Pak Presiden Prabowo untuk mengantisipasi bencana alam yang kemarin terjadi di Sumbar, beliau menyiapkan anggaran Rp18,9 triliun untuk membangun kembali Sumatra Barat. Itu baru infrastruktur, di luar perbaikan sawah, ladang maupun rumah. Di luar itu juga Presiden Insyallah tahun Oktober 2026 ini sudah menugaskan Menteri PU untuk kembali membangun tol di Sumatera Barat dari Sicincin menuju Bukit Tinggi, nilainya Rp25,6 triliun," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI