Home /

Antisipasi Konflik Global, Panglima TNI Perintahkan Seluruh Jajaran Siaga 1

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 08 Maret 2026 | 03:43 WIB
Anggota TNI (SinPo.id/ Dok.TNI)
Anggota TNI (SinPo.id/ Dok.TNI)

SinPo.id -  Panglima TNI Agus Subiyanto memerintahkan seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia untuk melaksanakan siaga tingkat 1 guna mengantisipasi perkembangan situasi global, khususnya konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Aulia Dwi Nasrullah membenarkan adanya telegram tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu 7 Maret 2026. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari tugas utama TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

“Perlu saya sampaikan bahwa sesuai yang diamanatkan dalam UU TNI, salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” ujar Aulia.

Status siaga 1 tersebut berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

Tujuh Perintah Panglima TNI

Dalam telegram tersebut, Panglima TNI memberikan tujuh instruksi utama kepada seluruh satuan di lingkungan TNI.

Pangkotamaops TNI diperintahkan menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta meningkatkan patroli di objek vital strategis dan pusat perekonomian seperti bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, terminal bus, hingga fasilitas penting seperti kantor perusahaan listrik negara.

Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diminta melaksanakan deteksi dini dan pengamatan wilayah udara secara terus-menerus selama 24 jam.

Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI menginstruksikan para atase pertahanan Indonesia di negara-negara terdampak konflik untuk memetakan kondisi warga negara Indonesia (WNI) serta menyiapkan rencana evakuasi jika diperlukan. Langkah ini dilakukan dengan koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Kodam Jaya diperintahkan meningkatkan patroli keamanan di objek vital strategis dan kawasan kedutaan besar di wilayah Jakarta.

Satuan intelijen TNI diminta memperkuat deteksi dini serta pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di objek vital dan kawasan diplomatik.

Seluruh badan pelaksana pusat (Balakpus) TNI diminta meningkatkan kesiapsiagaan di satuan masing-masing.

Setiap perkembangan situasi di lapangan wajib segera dilaporkan kepada Panglima TNI.

TNI Tegaskan Kesiapsiagaan

Aulia menegaskan bahwa langkah kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari upaya TNI menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Menurutnya, TNI secara rutin melaksanakan apel serta pengecekan kesiapan untuk memastikan seluruh personel dan kekuatan militer selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi.

“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional serta siap siaga mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” kata Aulia.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI