Home /

Israel Klaim Serang Universitas Imam Hossein di Teheran, Lebih dari 80 Jet Tempur Dikerahkan

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 08 Maret 2026 | 00:21 WIB
Ilustrasi rudal (SinPo.id/Kantor Wilayah Lviv)
Ilustrasi rudal (SinPo.id/Kantor Wilayah Lviv)

SinPo.id -  Militer Israel mengumumkan telah melancarkan serangan udara yang menargetkan Universitas Imam Hossein di Teheran, Iran, pada Sabtu. Universitas tersebut diketahui berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut lebih dari 80 pesawat tempur dikerahkan dalam operasi serangan yang menyasar sejumlah lokasi di Teheran serta wilayah Iran bagian tengah.

Salah satu target utama dalam operasi tersebut adalah Universitas Imam Hossein. Israel mengklaim lokasi tersebut digunakan sebagai titik berkumpul pasukan IRGC selama konflik berlangsung dan menyimpan berbagai aset militer, sehingga dianggap sebagai target militer yang sah.

Selain universitas tersebut, militer Israel juga menyatakan bahwa serangan udara mereka menghantam sejumlah bunker militer Iran, fasilitas penyimpanan rudal yang dilengkapi infrastruktur peluncuran, serta depo rudal balistik yang disebut berfungsi sebagai pusat komando dengan ratusan personel.

Lokasi peluncuran rudal di wilayah Iran bagian barat dan tengah juga dilaporkan menjadi sasaran serangan dalam operasi tersebut.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat militer senior Iran.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan balasan dalam skala besar yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta personel militer di berbagai wilayah Timur Tengah. Beberapa kota di Israel juga menjadi sasaran serangan rudal.

Serangan balasan dari kedua pihak terus berlangsung dan memperburuk eskalasi konflik di kawasan tersebut.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI