Home /

Legislator Soroti Dampak Konflik di Iran Terhadap Pelaku UMKM

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 06 Maret 2026 | 20:37 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih (SinPo.id/ eMedia DPR RI)
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih (SinPo.id/ eMedia DPR RI)

SinPo.id - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyoroti dampak konflik di Iran terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya yang dialami pengrajin sarung Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Kota Tegal, yang batal mengekspor 50.000 potong sarung ke pasar Afrika.

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan dinamika geopolitik global dapat berdampak langsung terhadap sektor ekonomi lokal, termasuk industri tradisional yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Banyak yang mengira konflik Iran–Israel tidak berdampak ke daerah seperti Tegal. Padahal kenyataannya ada. Pengiriman sarung dari pengusaha Tegal ke Afrika tertunda hingga mencapai 50.000 potong,” kata Fikri, dalam keterangan persnya, Jumat, 6 Maret 2026.

Selain itu, tertundanya pengiriman dua kontainer sarung tersebut tidak hanya berdampak pada pengusaha, tetapi juga memicu efek berantai bagi pekerja dan pelaku usaha lain yang terlibat dalam rantai produksi. Termasuk buruh dan pemasok bahan baku lokal.

“Pengusaha sarung tentu memiliki karyawan yang berasal dari masyarakat sekitar. Bahan bakunya juga disuplai oleh pelaku usaha lokal. Ketika ekspor terganggu, dampaknya bisa meluas,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong pelaku UMKM untuk mulai melakukan diversifikasi pasar ekspor. Karena, ketergantungan pada satu kawasan pasar yang rentan terhadap gejolak geopolitik perlu diantisipasi dengan membuka peluang ke negara lain yang lebih stabil.

Sehingga pelaku usaha perlu memperluas pasar ke negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Terlebih, alternatif pasar menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah ketika terjadi gejolak di satu kawasan perdagangan.

Lebih lanjut, pihaknya juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk memperluas akses pasar internasional. Melalui platform digital, pelaku UMKM dinilai dapat menjangkau pasar baru tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran yang besar.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI