Home /

Inflasi Pangan di Iran Tembus 105 Persen, Tertinggi Sejak Revolusi 1979

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 06 Maret 2026 | 07:19 WIB
Serangan terhadap Iran (SinPo.id/X)
Serangan terhadap Iran (SinPo.id/X)

SinPo.id - Pusat Statistik Iran (SCI) mencatat, Iran saat ini menjadi salah satu negara dengan tingkat inflasi pangan tertinggi di dunia, yang mencapai angka fantastis, yakni 105 persen pada akhir bulan lalu.

Angka tersebut mencakup inflasi sebesar 207 persen untuk minyak goreng, 117 persen untuk daging merah, 108 persen untuk telur dan produk susu, 113 persen untuk buah-buahan, dan 142 persen untuk roti dan jagung.

Menurut SCI, inflasi tahunan pada bulan Bahman di Iran (bulan kesebelas dalam kalendar nasional Iran), yang berakhir pada 19 Februari, mencapai angka 68,1 persen.

Angka tersebut merupakan tingkat inflasi tertinggi yang tercatat sejak revolusi pra-Islam tahun 1979 yang melahirkan rezim teokratis yang berkuasa saat ini. Sehingga semakin memicu kekhawatiran akan potensi hiperinflasi yang akan datang.

Selain itu, pasar obat-obatan di Iran juga mengalami gejolak dalam beberapa minggu terakhir. Pasalnya, harga obat meroket dan beberapa obat seperti antidepresan mengalami kekurangan di Teheran dan kota-kota lain.

Dalam beberapa kasus, hanya obat-obatan buatan Iran yang dapat ditemukan di pasaran, sementara obat-obatan buatan luar negeri menjadi langka.

"Pemerintah khawatir tentang penyediaan obat-obatan dan peralatan medis yang memadai, tetapi untungnya kondisi saat ini baik," kata Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 6 Maret 2026.

Tak hanya itu, pasar saham di Iran juga dipenuhi warna merah karena investor ragu-ragu menghadapi prospek masa depan yang semakin tidak pasti, sementara aset tradisional seperti emas melonjak.

Meski demikian, Pemerintah Iran terus menawarkan subsidi tunai kepada masyarakat untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok, termasuk popok bayi yang harganya naik menjadi dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.

Pemerintah Iran juga mengimbau kepada gubernur dan pemerintah daerah untuk mengimpor barang-barang penting dalam jumlah besar dengan birokrasi yang dikurangi untuk memastikan keberlanjutan jika perang berkepanjangan.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI