Home /

Polri Prediksi Empat Gelombang Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Laporan: Juven Martua Sitompul
Kamis, 05 Maret 2026 | 17:15 WIB
Koordinatoriat Wartawan Parlemen gelar diskusi Mudik Aman dan Nyaman (Ashar/SinPo.id)
Koordinatoriat Wartawan Parlemen gelar diskusi Mudik Aman dan Nyaman (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri merampungkan persiapan Operasi Ketupat untuk menyambut musim mudik Lebaran 2026. Polri memastikan bakal mengawal perjalanan pemudik sampai selesai.

Demikian disampaikan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirgakum) Korlantas Mabes Polri Brigjen Faizal dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman' yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Pemberitaan DPR.

"Polri berkomitmen memastikan perjalanan pulang kampung berjalan lancar, aman, dan bebas dari potensi kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya," kata Faizal di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Faizal memulai paparannya dengan menyoroti keberhasilan Operasi Ketupat tahun 2024-2025 yang mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat dan pemerintah. Indikatornya sangat bagus, di mana jumlah pelanggaran, laka lantas, hingga kejadian kriminalitas semuanya mengalami penurunan.

"Manajemen lalu lintas yang kami laksanakan memberikan dampak positif tersebut," ujarnya.

Untuk tahun 2026, Polri memprediksi puncak arus mudik terjadi dalam dua gelombang, yaitu tanggal 14-15 dan 18-19 Maret. Sementara itu, arus balik diprediksi memuncak pada 24-25 dan 28-29 Maret.

"Berdasarkan prediksi ini, kami bersama stakeholder lainnya telah mempersiapkan personel dan penempatan posko secara matang," katanya.

Fokus Utama, Sentralisasi Kerawanan

Salah satu fokus utama Polri adalah sterilisasi kerawanan di lima karakteristik lokasi keamanan utama. Pertama, jalan tol dan rest area.

Faizal mengakui isu rest area menjadi perhatian penting, sehingga pihaknya telah melakukan evaluasi di sejumlah rest area jalur Jakarta-Cikampek dan Bandung.

"Kami sudah menyiapkan sistem digital yang memantau jumlah kendaraan masuk dan keluar secara real-time. Informasi ketersediaan parkir akan disebarluaskan melalui radio, media sosial, dan petugas di lapangan agar masyarakat bisa mengetahui kondisi terkini," kata dia.

Kedua, jalan arteri dan jalan nasional yang rawan kemacetan, terutama di pasar tumpah, lokasi perbelanjaan, dan persimpangan yang membutuhkan pengaturan langsung. Ketiga, pelabuhan penyeberangan, bandara, terminal, dan stasiun.

"Polri mengantisipasi dampak cuaca dan memastikan sistem antrean serta penggunaan dermaga tambahan berjalan lancar," kata Faizal.

Keempat, tempat wisata dan area modifikasi kendaraan. Polri akan menempatkan pos pemeriksaan (checkpoint) di titik-titik strategis, seperti di KM 81 jalur Jakarta-Cikampek, untuk memeriksa kendaraan perempuan, kendaraan rental, serta angkutan ilegal yang beroperasi bolak-balik tanpa istirahat.

"Kami bekerja sama dengan pihak perhubungan dan kesehatan. Jika pengemudi ditemukan kelelahan, kami akan memaksa mereka untuk istirahat demi keselamatan," tegasnya.

Kelima, tempat ibadah yang menjadi konsentrasi massa juga akan dijaga keamanannya.

Upaya Urai Kemacetan

Dalam upaya mengurai kemacetan di Jawa, Faizal mengumumkan kesiapan 10 jalan tol fungsional. Dua di antaranya yang dinilai sangat membantu adalah Tol Jabar Selatan (Cipeuyeum-Cisokan) yang siap 100 persen dan akan menampung arus dari arah Bandung yang sebelumnya memadati Cikampek, serta Tol fungsional menuju Sukabumi yang akan menghindari titik kritis di Pasar Cibadak. 

"Tol-tol fungsional ini akan sangat membantu mengalirkan kendaraan dan mengurangi beban di jalur utama," tegasnya.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI