Home /

BPBD DKI Peringatkan Angin 20 Knot, Pelayaran Diminta Waspada

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 04 Maret 2026 | 20:58 WIB
Ilustrasi kepulauan Seribu (SinPo.id/ Beritakarta)
Ilustrasi kepulauan Seribu (SinPo.id/ Beritakarta)

SinPo.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta warga mewaspadai potensi angin kencang yang diprakirakan terjadi pada 4-5 Maret 2026. Peringatan ini terutama ditujukan bagi masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran di wilayah perairan Jakarta.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan angin kencang diprediksi terjadi pada malam hingga dini hari. 

“Hindari area rawan seperti di bawah pohon atau bangunan yang tidak stabil,” kata Isnawa, Rabu, 4 Maret 2026.

Adapun berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, kecepatan angin diprakirakan mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam. 

"Kecepatan tersebut masuk dalam skala Beaufort 5 dan berpotensi memicu gelombang laut dengan ketinggian 0,5 hingga 1,25 meter," tuturnya. 

Dia mengungkapkan, BPBD DKI mencatat wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Perairan Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta. Selain itu, gelombang dengan tinggi serupa juga berpeluang terjadi di Perairan Bekasi-Karawang, Perairan Subang, dan Perairan Indramayu.

Isnawa mengingatkan kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berpotensi terdampak apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang melampaui 1,25 meter. 

"Kapal tongkang berisiko pada angin di atas 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter," kata Isnawa. 

Adapun kapal ferry berisiko ketika kecepatan angin melampaui 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter. Sementara kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar menghadapi risiko jika angin melebihi 27 knot dengan tinggi gelombang di atas 4 meter.

Isnawa pun mengimbau masyarakat memantau informasi resmi melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut untuk perkembangan gelombang laut dan pantau banjir.jakarta.go.id untuk pembaruan kondisi genangan. 

Menurut dia, warga juga dapat melaporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI.

“Dalam kondisi darurat, warga diimbau segera menghubungi layanan darurat 112,” tandasnya. 

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI