Home /

Iran Tegaskan Tak Perang dengan Negara Kawasan, Targetkan Pangkalan AS

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 03 Maret 2026 | 06:27 WIB
IRAN
IRAN

SinPo.id -  Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak sedang berperang dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah, melainkan dengan Amerika Serikat, menyusul serangan udara gabungan AS dan Israel pada Sabtu lalu.

“Iran tidak menyerang negara tetangga. Kami menyerang pangkalan militer AS,” ujar Araghchi kepada media pemerintah Iran. Ia juga menyebut bahwa negara-negara Timur Tengah harus memberi tekanan kepada Washington atas tindakan militernya terhadap Teheran.

Araghchi menuduh Amerika Serikat “mengkhianati diplomasi” karena tetap melancarkan serangan udara bersama Israel meski negosiasi untuk mencegah konfrontasi militer masih berlangsung. Ia bahkan menyatakan bahwa pangkalan militer AS di kawasan Teluk, meski berada di wilayah negara lain, tetap menjadi target sah.

“Prajurit AS yang melarikan diri ke hotel tidak akan mencegah mereka dari sasaran,” tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, yang memicu kekhawatiran meluasnya perang regional.

Sementara itu, analis pertahanan AS, Harlan Ullman, yang juga menjabat sebagai Ketua Killowen Group, menilai pemerintahan Presiden Donald Trump belum memiliki strategi yang jelas dalam serangan gabungan dengan Israel terhadap Iran.

“Pemerintahan Trump tidak memiliki strategi yang jelas mengenai apa yang ingin dicapai,” ujar Ullman kepada Al Jazeera.

Menurut Ullman, serangan militer mungkin bertujuan melumpuhkan sistem persenjataan, rudal, kapal, serta kemampuan tempur Iran. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah taktik, bukan strategi jangka panjang.

Ia juga menyinggung wacana awal mengenai “pergantian rezim” di Iran yang kini dinilai semakin tidak jelas arahnya. “Bagaimana melakukan pergantian rezim hanya lewat serangan udara sangat tidak pasti dan belum pernah benar-benar berhasil sebelumnya,” katanya.

Ullman menambahkan, pemerintahan Trump tampaknya sedang menyusun narasi baru untuk disampaikan kepada publik Amerika tentang tujuan perang dan langkah selanjutnya.

Menurutnya, akan menjadi tantangan besar bagi Washington untuk membenarkan konflik tersebut, terutama jika Iran tidak dianggap sebagai ancaman langsung terhadap Amerika Serikat saat serangan dimulai.

Ketegangan yang terus meningkat ini memperbesar risiko konflik terbuka di kawasan, dengan dampak luas terhadap stabilitas politik dan ekonomi global.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI