Home /

Harga Emas Antam Berpotensi Tembus Rp3,4 Juta per Gram, Dipicu Konflik Iran vs AS-Israel

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 03 Maret 2026 | 03:49 WIB
emas (pixabay)
emas (pixabay)

SinPo.id -  Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk(Antam) berpeluang menembus Rp3,4 juta per gram jika konflik global antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israelterus berlanjut.

Menurut Ibrahim, tren penguatan harga emas Antam diperkirakan masih akan berlanjut dan bahkan mulai menunjukkan lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.

“Kemungkinan besar di hari Senin harga logam mulia (emas Antam) mencapai Rp3.150.000 per gram. Kemudian resisten kedua logam mulia di Rp3.400.000 per gram,” ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin 1. Maret 2026.

Ia memproyeksikan harga emas Antam berpeluang naik di kisaran Rp3.150.000 hingga Rp3.400.000 per gram pada perdagangan besok. Namun demikian, ia juga mengingatkan investor agar tetap waspada terhadap potensi koreksi harga.

“Jika turun, akan terjadi penurunan tipis ke Rp3.045.000 per gram. Kemudian, jika lanjut terkoreksi, harga logam mulia (emas Antam) diperkirakan ke level Rp3.000.000 per gram,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam (ANTM) pada Senin (2/3/2026) melonjak Rp50.000 menjadi Rp3.135.000 per gram. Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), harga juga melejit Rp40.000 ke level Rp3.085.000 per gram.

Adapun rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) emas Antam tercatat di level Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam pada Senin (2/3/2026) juga naik Rp50.000 menjadi Rp2.914.000 per gram.

Transaksi penjualan emas dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan kembali emas batangan dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback tersebut dipotong langsung dari total nilai pembelian kembali.

Penguatan harga emas ini dinilai sebagai respons pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian global, di mana investor cenderung memburu aset safe haven di tengah tensi geopolitik yang memanas.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI