Home /

Dubes Iran: 555 Warga Sipil Jadi Korban Serangan AS-Israel, 200 Siswa SD

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 02 Maret 2026 | 19:18 WIB
Duta Besar Republik Islam Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi (SinPo.id/Tio Pirnando)
Duta Besar Republik Islam Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi (SinPo.id/Tio Pirnando)

SinPo.id - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan, sebanyak 555 warga sipil yang wafat akibat serangan Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut juga menyebabkan gugurnya Ayatullah Ali Khamenei. 

"Mereka juga menyerang kantor Pemimpin Agung Republik Islam Iran, dan membuat beliau mencapai tingkat kesyahidat. Dalam penyerangan ini sampai dengan hari ini, lebih dari 555 orang masyarakat sipil menjadi korban," kata Boroujerdi dalam konferensi pers di kediamanya, Menteng, Jakarta, Senin, 3 Maret 2026. 

Boroujerdi melanjutkan, lebih dari 200 korban merupakan siswa yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Termasuk warga sipil yang sedang menjalankan ibadah puasa. Hal ini membuktikan bahwa rezim zionis sama sekali tidak menghormati masyarakat  sipil, serta anak-anak. 

"Zionis telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya tidak menghormati bulan suci Ramadan tetapi mereka juga tidak menghormati keadaan masyarakat yang sedang berpuasa, mereka tidak menghormati anak-anak yang masih SD dalam serangan mereka ke negara kami. 200 anak-anak dibunuh oleh mereka dan lebih dari 5 rumah sakit dijadikan sasaran penyerangan," ujarnya. 

Selain itu, kata Boroujerdi, AS - Israel juga menunjukkan ketidakpatuhannya terhadap proses diplomasi yang tengah berlangsung. Serangan terjadi saat Iran sedang berada di meja perundingan. Dan Menteri Luar Negeri dari Oman, sebagai mediator, menyebut negosiasi telah mencapai titik terang. 

"Tentu saja rejim zionis Israel dan Amerika Serikat telah membuktikan bahwa mereka melakukan pelanggaran dan tidak patuh terhadap Pasal 2 Ayat 4 dari piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," tukasnya. 

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI