Home /

Komisi I DPR Kecam Perang di Iran, Minta Segera Diakhiri

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 02 Maret 2026 | 17:16 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengecam serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Perang diharap diakhiri karena membahayakan banyak pihak.

"Perang harus dihentikan karena Kami menilai ini sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan," kata Sukamta di Jakarta, Senin, 2 Maret 2025.

Legislator dari Fraksi PKS itu memandang serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, dan mencerminkan tren menuju perluasan cakupan konfrontasi.

Dia menilai, setiap negara berhak untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatannya sesuai dengan hukum internasional.

Atas hal itu, Sukamta mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel harus bertanggung jawab atas eskalasi yang ditimbulkan dan berpotensi menciptakan konflik regional yang semakin meluas.

Jangan sampai perhatian dunia yang sedang tertuju terhadap konflik di Iran, kata dia, justru dimanfaatkan oleh Israel untuk meningkatkan agresi ke Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.

"Dunia internasional harus memastikan dan menjaga stabilitas di dalam negeri di Gaza dan memerangi praktik penipuan harga dan monopoli di tengah situasi kemanusiaan yang buruk," katanya.

Dia juga menyerukan kepada dunia internasional untuk mengambil tindakan mendesak guna menghentikan agresi dan menjaga stabilitas regional dengan mencegah kawasan Timur Tengah terjerumus ke dalam perang besar yang hanya akan memperburuk penderitaan rakyatnya.

Selain itu, Sukamta mendukung inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang menawarkan diri jika dibutuhkan untuk memediasi Iran dan AS-Israel.

Menurut dia, hal tersebut merupakan bagian dari realisasi amanat konstitusi menjaga perdamaian dunia secara aktif.

"Walaupun kita tahu situasi memang sangat sulit, tetapi semua upaya positif dan konstruktif patut ditempuh," kata dia.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI