Pemprov DKI Gandeng Ulama-Umara Tangkal Hoaks dan Provokasi Identitas

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 01 Maret 2026 | 11:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (SinPo.id/Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (SinPo.id/Pemprov DKI)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat kolaborasi antara ulama dan umara sebagai strategi menghadapi tantangan intoleransi, hoaks, dan provokasi berbasis identitas di Ibu Kota. 

Langkah ini dikemukakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri Safari Ramadan 1447 H/2026 M di Pondok Pesantren Al Hamid, Jalan Cilangkap Baru, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurut Pramono, Jakarta sebagai kota dengan keberagaman tinggi membutuhkan penguatan nilai Islam moderat (tawasuth), toleran (tasamuh), dan semangat kebhinekaan agar tetap kondusif. 

“Kami menyadari masih terdapat berbagai tantangan, seperti intoleransi, penyebaran hoaks, hingga provokasi berbasis identitas. Dalam menghadapi situasi tersebut, kami sangat membutuhkan dukungan para ulama sebagai waratsatul anbiya untuk menenangkan suasana dan memperkuat persaudaraan,” ujar Pramono dalam keterangan resminya, dikutip Minggu, 1 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan saling menghormati antara ulama dan umara. Menurut dia, sinergi ini menjadi fondasi bagi terciptanya kedamaian di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

Selain itu, kata dia, Pemprov DKI juga merancang sejumlah program untuk memperkuat peran ulama dan budaya lokal dalam membangun ketahanan sosial. 

Tiga inisiatif utama yang disampaikan Pramono, yakni penyelenggaraan haul ulama Betawi setiap Juli di Monas, pengaktifan kembali Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hingga tingkat RT/RW, dan insentif untuk mendorong masyarakat merayakan Ramadan dan Idul Fitri di Jakarta, termasuk potongan pajak dan transportasi umum gratis.

“Mari kita jaga keteguhan, kenyamanan, keselamatan, dan kebahagiaan warga Jakarta. Ini adalah tugas kita bersama,” kata Pramono.

Adapun Safari Ramadan di Pondok Pesantren Al Hamid dihadiri para tokoh agama, PWNU, serta keluarga besar pesantren. Dia menekankan bahwa kerja sama ulama-umara menjadi penopang penting bagi Jakarta dalam menghadapi tantangan global maupun lokal. 

“Saya mengajak para ulama, tokoh agama, PWNU, dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Hamid untuk terus bersinergi menjaga suasana Jakarta yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI