Anggota DPRD DKI Minta Gubernur Pramono Stop Proyek Krematorium di Jakbar
SinPo.id - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana, mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk segera menghentikan pembangunan dua krematorium di Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar).
Pernyataan itu disampaikan William menyusul penolakan warga karena lokasi proyek berada di kawasan padat penduduk.
“Kami baru saja mengirimkan surat kepada Mas Pram yang memohon agar pembangunan dua krematorium yang terletak di Kecamatan Kalideres segera dihentikan,” kata William, Sabtu, 28 Februari 2026.
Adapun Surat bernomor 040/DPRD/F-PSI/B/II/2026 tertanggal 25 Februari 2026 perihal Tindak Lanjut Aduan Masyarakat terkait Pembangunan Krematorium di Kecamatan Kalideres, telah diterima oleh Penerima Surat Biro Kepala Daerah Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi DKI Jakarta.
William menilai persoalan ini mendesak lantaran aktivitas proyek masih berlangsung, meski Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah sebelumnya telah memerintahkan penghentian sementara.
“Meskipun sudah diperintahkan untuk berhenti, warga kenyataannya masih menyaksikan alat berat lalu lalang dalam area proyeknya,” ujar dia.
Menurut William, aduan tersebut merupakan bagian dari tugasnya sebagai wakil rakyat yang merespons keresahan warga. Ia juga menyinggung dugaan tidak adanya itikad baik dari pihak pengembang untuk menyelesaikan persoalan dengan masyarakat sekitar.
Dalam suratnya, William mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemilik krematorium mengenai ketentuan Pasal 7 huruf a Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2007. Aturan itu, kata dia, secara tegas melarang pembangunan lokasi pembakaran jenazah di wilayah padat penduduk.
“Perda Nomor 3 Tahun 2007 telah mengatur bahwa gubernur dalam menetapkan lokasi pembakaran jenazah tidak boleh ditempatkan di wilayah yang padat penduduk,” kata William.
Dia menegaskan Pemprov DKI Jakarta harus segera turun tangan untuk menghentikan proyek tersebut.
“Keberadaannya semakin membuat tata kota semrawut dan mengganggu warga karena wilayahnya menjadi semakin padat lagi,” tandasnya.
